Istri Anies berharap Posyandu berperan turunkan tengkes pada balita

Istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Fery Farhati berharap Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Ibu Kota terus berperan dalam penurunan tengkes (stunting) pada balita.

"Salah satunya di Posyandu DKI Jakarta itu mengutamakan bahagiakan anak, beri gizi yang cukup dan stimulasi," kata Fery Farhati saat ditemui di Puskesmas Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu.

Fery yakin dengan adanya langkah yang diambil oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta maka konvergensi percepatan penurunan tengkes pada balita bisa terwujud.

Adapun dari pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan DKI Provinsi DKI Jakarta juga rutin memberikan sosialisasi soal pengetahuan gizi anak hingga peningkatan kesehatan warga.

"InsyaAllah langkah yang dilakukan di sini dibantu dengan Puskesmas dan Dinkes DKI Jakarta mudah-mudahan warga bisa teredukasi," tuturnya.

Baca juga: Jaksel gelar program gerebek tengkes dengan beri solusi gizi balita
Baca juga: Ahli gizi sarankan Ibu hamil rutin berjemur untuk cegah bayi tengkes


Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan "gerebek tengkes" guna mencegah masalah gizi buruk pada balita di Jalan H Barat Nomor 18, RT 07/RW 06, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Kamis (22/9).

"'Gerebek stunting' rutin dilakukan untuk memvalidasi kembali pengukuran berat badan dan tinggi badan balita yang sudah dilakukan di Posyandu," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati.

Menurut Yudi, gizi buruk pada balita perlu dicegah sedini mungkin. Hal itu menjadi alasan dilakukan "gerebek tengkes" secara rutin.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa mengetahui faktor determinan penyebab masalah gizi seperti kebiasaan makan, pola hidup bersih dan sehat, pola asuh, status kesehatan, status imunisasi, sanitasi lingkungan, pengetahuan ibu/pengasuh ataupun status ekonomi keluarga.

Nantinya, petugas juga turut memonitoring kondisi lingkungan rumah balita yang hasilnya akan dijadikan data dasar.

Kemudian hasil tersebut disampaikan kepada pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan dalam merencanakan program intervensi masalah gizi.