Istri Ferdy Sambo Batal Datangi LPSK

Merdeka.com - Merdeka.com - Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi batal mendatangi Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Terlihat, Putri hanya diwakili oleh Arman Hanish, kuasa hukumnya beserta tim psikologi.

"Klien kami belum memungkinkan (istri Ferdy Sambo) hadir," ujar Arman Hanish saat ditemui wartawan di LPSK, Senin (1/8).

Arman juga menghadirkan tim psikolog yang menangani istri Sambo untuk berkordinasi dengan LPSK guna menjelaskan bagaimana kondisi Putri.

"Berdasarkan hasil konsultasi kami dengan psikolog, kami hadirkan psikolog untuk menjelaskan kondisi klien kami yang saat ini masih dalam keadaan terguncang dan trauma berat," saut Kuasa Hukum istri Ferdy Sambo.

Meskipun Putri sudah dua kali mangkir dari panggilan LPSK, pihaknya akan tetap mengikuti setiap prosedur yang di ada.

"Terkait hal-hal kedepannya LPSK akan terus melakukan proses sesuai prosedur yang berlaku," tutupnya.

Sebelumnya, Arman Hanish menyampaikan telah menyambangi LPSK pada Sabtu (16/7).Pada pertemuan itu turut dihadiri Ferdy Sambo yang juga bertemu dengan LPSK.

"Saya melihat dong kan saya dampingi, ada Pak Sambo juga, tetapi saat LPSK ingin berbicara langsung kami keluar dari ruangan," ucapnya.

Lebih lanjut, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, pihaknya mendapatkan permintaan perlindungan dari Irjen Ferdy Sambo untuk istri dan Bharada E. Permintaan ini disampaikan pada 13 Juli 2022.

"Iya, Pak Ferdy Sambo sendiri. Iya waktu itu tim LPSK ketemu Pak Ferdy Sambo, jadi tanggal 12 itu berita ramai. Kemudian LPSK berkoordinasi minta keterangan-keterangan ke Polres Jakarta Selatan, sama Polres Jakarta Selatan kemudian dipertemukan dengan Pak Ferdy Sambo," kata Hasto saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/7).

"Nah dalam kesempatan itu Pak Ferdy Sambo minta perlindungan, memintakan perlindungan untuk istri dan Bharada E gitu. Jadi waktu itu kemudian mereka menyampaikan permohonan, tetapi sampai sekarang permohonan itu tidak bisa ditindaklanjuti," sambungnya.

Namun demikian perlindungan dari LPSK belum terealisasi karena pihak Istri Ferdy Sambo maupun Bharada E belum kunjung melakukan pemeriksaan psikologi terkait kebutuhan Asessment untuk hasil keputusannya.

"Iya, jadi kita belum bisa lakukan investigasi maupunAsessment . Investigasi, itu pendalaman perkaranya secara substantif. Asessment itu untuk melihat apakah perlu bantuan rehabilitasi psikologis atau medis atau gitu lah," sambungnya.

Kondisi Istri Ferdy Sambo

Dikabarkan kondisi istri Ferdy Sambo masih mengalami trauma berat dan belum bisa bisa bicara banyak, usai insiden dugaan pelecehan terhadapnya serta baku tembak Brigadir J dengan Bharada E.

"Masih sama kondisinya, masih trauma dan belum bisa banyak bicara dan belum ke luar kamar," kata pengacara Keluarga Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis, saat dihubungi merdeka.com Jumat (29/7).

Arman mengatakan jika kliennya itu masih menjalani pendampingan dan perawatan psikoterapi yang berlangsung di rumahnya. "Kalau psikolog datang pemeriksaannya di kamar juga," ucapnya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel