Istri Ferdy Sambo Belum Ditahan, DPR: Sakit Alasan Klasik Orang Punya Masalah Hukum

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menetapkan Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dengan pasal pembunuhan rencana. Meski begitu, polisi tidak menahan Putri karena alasan sakit.

Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan menilai, sakit menjadi alasan klasik seseorang yang terjerat kasus hukum. Meski penyidik punya penilaian objektif, Trimedya mengingatkan tidak begitu saja menerima alasan tersangka.

"Karena kalau alasan sakit itu, itu sudah klasik kan disampaikan oleh orang yang punya masalah hukum. Jadi tentulah pihak kepolisian tidak akan bisa dan mau menerima begitu saja alasan sakit itu," ujar Trimedya kepada wartawan, Jumat (19/8).

Trimedya menyarankan kepolisian untuk memeriksa ulang Putri dari dokter kepolisian. Dia mendorong polisi melakukan penahanan.

"Nah lebih baik lagi kan itu pasti alasan sementara itu dari beliau. Lebih baik lagi dokter dari pihak kepolisian memeriksa dan harusnya satu minggu setelah ini apa pihak kepolisian menahan ibu putri ini ya kan enggak mungkin orang sakit berbulan-bulan," ujarnya.

Menurut Trimedya akan pada saatnya Putri ditahan. Karena pasal yang digunakan untuk menetapkan tersangka adalah pembunuhan berencana, bukan hukuman pidana di bawah lima tahun.

"Jadi kalau dia tidak menahan walaupun pasalnya kan pasal boleh menahan itu ancaman hukumannya minimal 5 taun. Iya, kalaupun dia dengan pasal 338 340 tidak dilakukan penahanan mungkin ada diskresi yang diambil oleh pihak kepolisian," ujar politikus PDIP ini.

Sebelumnya, istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dia dijerat pasal pasal 340 subsidair pasal 338 junto pasal 55-56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Pasal 340 sub 338 juncto pasal 55 pasal 56 KUHP," kata Dirtipidum Brigjen Andi Rian Djajadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/2).

Andi tak menjelaskan peran detil dari Putri tersebut. Namun dia menegaskan, Putri ikut terlibat dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J. Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh.

"Dan melakukan kegiatan-kegiatan yang menjadi daripada perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir Yoshua," jelas dia. [ray]