Istri Ferdy Sambo Masih Trauma, Pemeriksaan LPSK Tunggu Hasil Psikolog

Merdeka.com - Merdeka.com - Istri Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi masih menjalani perawatan psikologi usai insiden penembakan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat dengan Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

"Masih perawatan intensif psikolog klinis," ujar Kuasa hukum Keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis saat dihubungi merdeka.com, Kamis (28/7).

Arman mengakui Putri belum memenuhi asesmen psikologi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang dijadwalkan pada Rabu (27/7) kemarin. Sehingga hingga kini, Putri belum mendapatkan perlindungan dari LPSK.

Arman menyampaikan rencananya akan berkoordinasi dengan LPSK agar proses asesmen psikologi terhadap Putri dilakukandi rumah Ferdy Sambo atau di kantor LPSK. Namun, keputusan itu menunggu hasil pemeriksaan psikolog.

"Iya di rumah atau di LPSK dan tergantung dari hasil konsultasi dengan psikolog yang menangani," ucapnya.

Arman belum bisa memastikan kapan perawatan psikologi terhadap Putri selesai. Menurutnya, hal itu hanya diketahui psikolog yang menangani Putri.

"Pertanyaan ini harusnya ke psikolog yang menangani," ucapnya.

Tak Hadiri Asesmen Psikologi

Putri tak menghadiri asesmen psikologi di LPSK. Sedianya, dia periksa bersama Bharada E. Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengaku sudah menerima surat pemberitahuan ketidakhadiran Putri.

"Ibu P juga kami agendakan hari ini, namun berdasarkan surat dari kuasa hukumnya belum bisa hadir," ucap Edwin Partogi Pasaribu kemarin.

Sebagai informasi, sebelum memberikan perlindungan, LPSK harus terlebih dulu melakukan pemeriksaan psikologis dan tahapan lainnya guna mendapat keterangan lebih detail soal konstruksi peristiwa yang terjadi. Pemeriksaan itu menjadi penilaian LPSK untuk memberikan perlindungan.

LPSK menerima permohonan pengajuan perlindungan yang diajukan istri Ferdy Sambo pada 14 Juli 2022. Surat permohonan itu dilayangkan sekitar sepekan sejak insiden baku tembak Brigadir J dan Bharada E yang terjadi di rumah Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) lalu.

"Kapan nya itu tanggal 14 (Kamis) kemarin, pengajuannya. Memang itu kan sejak hari Selasa (12/7) kami sudah proaktif ya. Hari Senin (11/7) pertama beritanya muncul," kata Edwin saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (16/7).

Edwin mengatakan bahwa sebelum surat permohonan diajukan, pihaknya sudah lebih dahulu berkoordinasi dengan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto termasuk dengan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

"Hari Selasa kami sudah proaktif koordinasi dengan Kapolres Jakarta Selatan. Hari Rabu, kami koordinasi bertemu juga dengan pak Kadiv Propam Ferdy Sambo gitu," jelasnya. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel