Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Tiba di Bareskrim

Merdeka.com - Merdeka.com - Putri Candrawathi (PC), tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofryansyah Yosua Hutabarat, dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Bareskrim hari ini, Jumat (26/8). Istri Irjen Ferdy Sambo itu akan menjalani pemeriksaan perdana setelah ditetapkan sebagai tersangka pekan lalu.

"Hari ini memang jadwal pemeriksan ibu PC. Saat ini ibu PC sedang melakukan pemeriksaan kesehatan. Kemudian pemeriksaan BAP. Setelah BAP, kami memberikan beberapa hal ke media," ujar Arman di Gedung Bareskrim Polri.

Arman mengungkapkan PC sebelumnya sakit dan dokumen pendukung hal itu sudah diserahkan ke penyidik. Dia kembali menyampaikan bahwa PC sudang di dalam Gedung Bareskrim untuk pemeriksaan.

"Ibu PC sudah di dalam," jelas dia.

Sementara itu, Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian membenarkan Putri sudah datang untuk menghadiri pemeriksaan terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

"(PC) Sudah (datang)," ujar Andi Rian saat dikonfirmasi merdeka.com.

Putri menghadiri pemanggilan penyidik setelah mengirimkan surat sakit selama sepekan ke belakang. Kondisinya disebut-sebut terguncang pasca peristiwa di Magelang dan Duren Tiga, Jakarta Selatan lalu.

Sebelumnya, Polri telah menetapkan istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Penetapan tersangka seusai penyidik menemukan rekaman CCTV yang sempat dikabarkan hilang.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Adi Rian mengatakan, setidaknya sudah ada 52 orang diperiksa oleh Timsus dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Bahkan, polisi berhasil menemukan CCTV yang menjadi kunci penetapan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

"Alhamudlillah CCTV yang sangat vital menggambarkan situasi sebelum, sesaat dan setelah kejadian. Kami temukan dengan sejumlah tindakan penyidik dari hasil penyelidikan tersebut. Tadi malam sampai pagi sudah dilakukan sejumlah pemeriksaan tadi disampaikan bahwa ibu PC ditetapkan tersangka," jelas Andi Rian di Mabes Polri, Jumat (19/8).

Putri dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun. [ded]