Istri Kopda Muslimin Diizinkan Pulang dari Rumah Sakit, Begini Kondisinya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kondisi RW (34), istri Kopda Muslimin yang menjadi korban percobaan pembunuhan pada 18 Juli 2022 lalu diotaki suaminya sudah diizinkan pulang dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang. Kesadarannya saat ini sudah jauh mengalami progres yang sangat baik setelah menjalani operasi penyembuhan luka tembak di bagian perut.

"Korban sudah diperbolehkan pulang dan selanjutnya menjalani rawat jalan serta home care yang akan ditangani oleh tim RS tk.lll Bakti Wira Tamtama Kesdam lV/Diponegoro," kata Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto, Rabu (31/8).

RW saat ini sudah mampu melakukan latihan berdiri, jalan serta makan sendiri. Kondisi fisik dan psikisnya pun akan terus dipantau oleh dokter serta menjalani beberapa treatment seperti fisioterapi, perawatan bekas luka dan mengonsumsi obat yang telah ditentukan oleh dokter.

"Kami pastikan kondisi kesehatannya normal kembali dan bisa beraktivitas lagi. Sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada anggota, Ketua Persit KCK Daerah IV/Diponegoro juga memberikan santunan dan bantuan berupa uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama anak-anaknya," kata dia.

Hasil Visum Kopda Muslimin Mati Lemas Konsumsi Racun

Sementara itu, hasil visum et repertum Kopda Muslimin meninggal dunia karena bunuh diri dengan mengonsumsi racun. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

"Diduga kuat Kopda M meninggal dunia mengalami mati lemas atau keracunan zat toksik berupa sianida. Hasil pemeriksaan toksikologi ditemukan antara lain baik dari sampel urine, otak kecil, batang otak, ginjal kiri, jantung, dan paru kiri positif mengandung racun sianida. Sedangkan sampel darah, otak besar, lambung, hati, ginjal kanan juga positif mengandung sianida," kata Bambang.

Hal itu juga diperkuat dari beberapa keterangan saksi-saksi bahwa Kopda Muslimin secara terus menerus meminta maaf kepada orang tuanya dan menyatakan telah berbuat khilaf. Kopda Muslimin ketakutan dan menyesal atas perbuatannya sehingga mempunyai rencana untuk mengakhiri hidupnya.

"Jadi itu dibuktikan dengan ditemukannya enam lembar surat wasiat di tasnya yang ditujukan kepada istri dan anak-anaknya," ujar dia. [gil]