Istri Luthfi Bungkam Usai Diperiksa KPK

Jakarta (ANTARA) - Istri tersangka kasus tindak pidana pencucian uang terkait dengan suap pengaturan impor daging sapi di Kementerian Pertanian Luthfi Hasan Ishaaq bungkam saat ditanya wartawan usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Istri Luthfi bernama Sutiana Astika yang mengenakan baju hitam-merah jambu dan kerudung louis vuitton tersebut keluar dari gedung KPK pada pukul 17.30 WIB tanpa menyatakan apa pun kepada wartawan yang telah menunggunya.

Sebelum Sutiana menyelesaikan pemeriksaan, pada sekitar pukul 15.40 WIB istri kedua Luthfi, Lusi Tiarani Agustine, juga meninggalkan gedung KPK tanpa mengungkapkan apa pun.

Hingga saat ini, KPK masih menelusuri aset-aset Luthfi. Namun, belum menyampaikan hasil penelusurannya.

"Nanti pada saatnya akan kami umumkan," ungkap Juru Bicara KPK Johan Budi pada Rabu (10/4) saat ditanya mengenai aset Luthfi.

Pada hari Kamis (11/4), KPK menjadwalkan pemeriksaan Bendahara Umum Partai Keadilan Sejahtera Machfud Abdurahman terkait dengan kasus TPPU Luthfi. Namun, Machfud tidak memenuhi pemeriksaan karena sedang berada di luar negeri.

Kasus TPPU Lutfhi terkait dengan kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian karena Lutfhi diduga memperdagangkan pengaruh atas Menteri Pertanian Suswono yang juga kader PKS.

Dalam kasus suap, KPK menetapkan empat orang tersangka, yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, orang dekat Luthfi Ahmad Fathanah serta dua orang direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging, yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Fathanah bersama Lutfi Hasan disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait dengan kewajibannya. Keduanya juga disangkakan melakukan pencucian uang dari hasil tindak pidana korupsi.

Sementara itu, Juard dan Arya Effendi diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.

Juard dan Arya ditangkap KPK pasca menyerahkan uang senilai Rp1 miliar kepada Fathanah, KPK sudah menyita uang tersebut yang merupakan bagian nilai suap yang seluruhnya diduga mencapai Rp40 miliar dengan perhitungan "commitment fee" per kilogram daging adalah Rp5.000 dengan PT Indoguna meminta kuota impor hingga 8.000 ton.

Pencucian uang yang dilakukan Luthfi diduga KPK bukan hanya berasal dari uang suap PT Indoguna.

Pengacara Luthfi, Mohammad Assegaf, mengakui bahwa kliennya pernah berdiskusi dengan Mentan Suswono, Ahmad Fathanah, Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman, dan mantan Ketua Umum Asosiasi Benih Indonesia Elda Devianne Adiningrat untuk membahas kuota impor daging sapi. Pertemuan dilakukan pada bulan Januari 2013 di Hotel Aryaduta Medan.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.