Istri Piyu Disembunyikan?

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Vika Dewayani, Syafrudin Noor menjelaskan dari koordinasi yang ia lakukan
dengan penyidik kepolisian, sampai Sabtu (9/11/2013), polisi masih kesulitan mengendus keberadaan Anastasia
Florina Limasnax alias Flo, istri gitaris band Padi, Piyu.

Flo adalah tersangka kasus perusakan mobil dan rumah Vika, istri kedua pengusaha Adiguna Sutowo. Padahal, kata
Syafrudin, surat penangkapan terhadap Flo, sudah dikeluarkan polisi.

Syafrudian menduga Flo disembunyikan pihak tertentu sehingga polisi kesulitan menangkapnya.

"Pastilah ada yang menyembunyikan Flo, supaya dia tidak tertangkap," kata Syafrudin.

Namun Syafrudin tidak mau menduga-duga pihak mana yang menyembunyikan Flo.

"Katanya suaminya juga tidak tahu dimana dia. Benarkah itu?" tanya Syafrudin.

Menurutnya keterangan Piyu kepada penyidik mengenai saat-saat terakhir ia bersama Flo, yang berubah-ubah juga
dianggap janggal.

Namun, menurutnya, hal itu cukup wajar jika merupakan upaya Piyu untuk melindungi istrinya. "Wajar saja dia
begitu. Namanya keluarga pasti akan melindungi," paparnya.

Syafrudin menjelaskan, pihaknya enggan menduga-duga motif perusakan yang dilakukan Flo, sekalipun kliennya sebagai
korban juga menduga-duga apa motif Flo melakukan hal itu pada Vika.

"Sebagai orang hukum, saya hanya melihatnya dari perspektif hukum. Entah apa alasannya, yang pasti barang-barang
klien saya dirusak dan klien saya juga diancam pelaku," tutut Syafrudin.(bum)

Baca Juga:

Adiguna Diperiksa Polisi Selasa 12 November

Perdebatan Flo dan Adiguna Diduga Motif Perusakan Mobil

Polda Metro Jaya Masih Mencari Keberadaan Anastasia Florina Limasnax

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.