Istri Sakit, Seorang Pria di Bali Cabuli Anak dan Keponakan

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang ayah kandung berinisial IKEA (48) tega melakukan pencabulan kepada anaknya sendiri berinisial KAB (13), dan keponakannya berinisial LPA (14). Pelaku berdalih berbuat cabul karena tidak mendapat kebutuhan biologis dari istri yang sedang sakit.

Peristiwa tersebut dilaporkan ibu guru korban korban berinisial NKC (38), Selasa (1/11). Pelaku akhirnya ditangkap pada Rabu (2/11) oleh Polres Tabanan, Bali.

"Pelaku dilaporkan pada tanggal 1 November dan ditangkap pada Rabu sore kemarin," kata Kapolres Tabanan AKBP Renefli Dian Candra saat dihubungi, Kamis (3/11).

Pelaku melakukan persetubuhan kepada keponakannya sendiri sebanyak tiga kali. Pertama, di tahun 2019 pada saat korban masih duduk dibangku kelas 5 SD, bertempat di dalam kamar bengkel milik pelaku yang berada di Tabanan.

Di tahun sama, anak kandungnya juga dicabuli di kamar bengkel. Saat itu korban masih duduk di bangku kelas 5 SD. Di tahun 2020, pelaku kembali melakukan pencabulan kepada anaknya sendiri yang saat itu duduk di bangku kelas 6 SD.

"Modus operandinya, pelaku melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur dengan bujuk rayu dan ancaman kekerasan," imbuhnya.

Sementara, pelaku mengaku khilaf melakukan tindakan tersebut. Dia beralasan tega melakukan perbuatan tersebut karena sudah lama tidak mendapatkan kebutuhan biologis dari istrinya yang sudah sakit selama 14 tahun.

"Kalau pengakuan dia khilaf. Sementara dia melakukan itu kebetulan istrinya sakit jadi kayaknya dia melampiaskan ke anaknya. Dan istrinya tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis," jelasnya.

"Istrinya sakit sejak anaknya lahir, ini korbannya anak terakhir sudah menjelang 14 tahun (istrinya sakit). Kita komunikasi agak susah (sama istrinya) kayak ada gangguan kejiwaan. Kita datangi dia malah marah-marah," lanjutnya.

Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. [cob]