Isu Kudeta, Demokrat: Pelaku Eksternal Kemungkinan Bertambah

·Bacaan 2 menit
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memegang bendera saat pengukuhan sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, untuk Pemilukada dan Pilpres 2019, Jakarta, Sabtu (17/2). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh Demokrat terkait kelanjutan masalah kudeta kursi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Herzaky menyebut, pihaknya saat ini masih mendalami pelaku dari pihak eksternal, dan ada kemungkinan penambahan junlah pelaku dari pihak eksternal.

"Kami juga masih mendalami terus gerak-gerik pihak eksternal, termasuk kemungkinan bertambahnya pelaku dari pihak eksternal. Sementara, semua masih dalam proses penyelidikan. Belum bisa kami informasikan dulu kepada publik," kata Herzaky dalam keterangannya, Rabu (9/2/2021).

Sampai saat ini, Herzaky menyatakan pelaku eksternal ada dua orang, yakni orang dekat pemerintah dan mantan kader Demokrat yang tersandung korupsi.

"Keterlibatan pihak eksternal dalam gerakan pengambilalihan kekuasaan Partai Demokrat yang sah, terus mengerucut kepada salah satu pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional dekat dengan Presiden Joko Widodo, dan mantan kader kami yang dulu kami pecat karena kasus korupsi," ucapnya.

Sementara langkah yang diambil bagi pelaku dari pihak internal, lanjut Herzaky, masih disidang untuk didalami oleh Mahkamah Partai.

"Untuk kader yang terlibat, saat ini sedang dalam proses pendalaman di Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai. Mekanisme internal ini kami lakukan berdasarkan AD/ART. Ada tahapan-tahapan yang mesti dilalui, dan kami akan melaluinya semuanya karena kami taat asas dan penuh dengan kehati-hatian," tandasnya

Yakin Jokowi Tak Terlibat

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, merasa masyarakat masih memiliki tanda tanya atas penolakan Presiden Jokowi yang tidak mau menjawab surat Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terkait dugaan keterlibatan para pembantunya dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).

"Dengan tiadanya penjelasan Presiden Jokowi tentu masih ada teka-teki yang tersimpan dalam pikiran masyarakat, namun kami tetap menghormati keputusan dan pilihan Presiden Jokowi tersebut," kata Teuku dalam pernyataan pers yang diedarkan melalui video dan diterima Liputan6.com, Jumat (5/2/2021).

Meski demikian, Teuku menyatakan partainya tetap menghormati segala keputusan Presiden Jokowi. Dia juga menegaskan bahwa Partai Demokrat terus berprasangka baik bahwa tidak ada para pembantu Jokowi yang sempat disebut namanya memiliki andil dalam GPK PD.

Saksikan video pilihan di bawah ini: