Isu Kudeta Disebut Naikkan Elektabilitas Demokrat Sampai 2 Persen

Syahrul Ansyari
·Bacaan 2 menit

VIVA - Polemik isu pengambilalihan paksa kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi sorotan publik. Sebab, AHY menyebut ada dugaan keterlibatan pihak luar termasuk lingkaran Istana Kepresidenan.

Direktur Eksekutif sekalgus Pengamat Politik dari IndexPolitica, Denny Charter, mengatakan isu kudeta terhadap AHY ternyata memberikan trend positif bagi partai besutan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Malah, elektabilitas partai yang dikomandoi AHY saat ini naik mencapai 2 persen.

"Menurut saya, adanya isu kudeta ini sangat menguntungkan Partai Demokrat. Ketika kita next survei, bisa jadi Demokrat mengalami kenaikan (elektabitas), diperkirakan kenaikan di angka 1-2 persen efek dari isu kudeta ini," kata Denny saat dihubungi pada Selasa, 9 Februari 2021.

Menurut dia, hasil survei nasional yang dilakukan IndexPolitica pada 18-28 Januari 2021 atau sebelum munculnya isu kudeta, menempatkan Partai Demokrat urutan keempat dengan elektabilitas sebesar 11,8 persen.

Baca juga: Prahara Demokrat, Ruhut: Ada Kader Ngeluh AHY Terpilih Aklamasi

Sementara, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebesar 15,5 persen, Partai Golkar 13,7 persen, dan Partai Gerindra 12,7 persen. Menurut dia, PDIP dan Gerindra ada tren negatif akibat kasus korupsi yang menyeret Edhy Prabowo dan Juliari Batubara.

"Ada trend negatif terhadap elektabilitas PDIP dan Gerindra, akibat imbas isu korupsi yang terjadi di Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Sosial. Tapi, Demokrat dan Golkar timbul tren positif,” ujarnya.

Di samping itu, Denny melihat gaya AHY memimpin partai berlambang Mercy juga dapat perhatian dari kalangan milenial dalam menyikapi isu kudeta ini. Karena, AHY meski masih muda tapi sudah mampu menerapkan etika politik dalam menghadapi suatu isu.

Apalagi, kata dia, kelompok milenial menyukai sesuatu yang transparan dan tidak dalam rangka berbohong di ruang publik. Sehingga, upaya AHY membongkar adanya gerakan kudeta sangat efektif bagi Demokrat.

"Saya melihat apa yang dilakukan AHY itu menarik. Saya melihat AHY itu bukan dilihat dari visualnya saja yang melineal, tetapi dia juga coba ikut membentuk persepsi yang bisa dipahami oleh milenial, dan itu cara yang bagus," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat AHY menyebut ada upaya sejumlah pihak yang ingin mendongkel kepemimpinannya di partai itu. Belakangan, muncul nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, yang kemudian membantah ingin melakukan kudeta terhadap AHY.