Isu Normalisasi Hubungan dengan Israel, PKS Ingatkan Kemenlu Taat Konstitusi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Isu normalisasi hubungan Indonesia-Israel kembali menyeruak. Hal itu menyusul pertemuan antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat dan Indonesia di Jakarta pekan lalu.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, dan Menlu Indonesia, Retno Marsudi, disebut membahas kemungkinan normalisasi hubungan Indonesia dengan Israel.

Anggota Fraksi PKS DPR RI, Syahrul Aidi Maazat sekaligus sebagai Ketua Delegasi Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI untuk Palestina menanggapi atas isu yang beredar tersebut. Dia menganggap itu akan jadi polemik dalam negeri ketika Palestina masih dijajah oleh Israel malahan pemerintah ingin membuka wacana normalisasi hubungan dengan Israel.

"Pemerintah, khususnya Kemenlu jangan membuka celah untuk menambah polemik dalam negeri dengan cara memulai pembicaraan normalisasi hubungan dengan Israel," kata Syahrul Aidi dalam keterangan tulis, Minggu (26/12/2021).

Dia menegaskan, sikap Indonesia sejak merdeka jelas, selagi Palestina masih mereka jajah, maka tak ada pengakuan kedaulatan Israel. Dia mengungkapkan bahwa amanah pendiri bangsa yang dibunyikan dalam Alinea pertama UUD 1945 adalah bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

"Maka, selama dalam pembukaan konstitusi Indonesia masih tertera kalimat penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, maka sebelum Palestina merdeka tidak mungkin bagi Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel yang menjajah bangsa Palestina. Jika dipaksa sudah jelas pemerintah melanggar konstitusi." tegasnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Dukung Pengembalian Tanah Palestina

Syahrul melanjutkan, saat ini semua energi mestinya tercurahkan untuk mencari jalan agar Indonesia keluar dari krisis ekonomi buntut pandemi Covid-19. Dia meminta jangan ada hal-hal lain mengganggu upaya tersebut.

Syahrul menegaskan posisi Indonesia harusnya memperkuat dunia internasional untuk mendorong rekonsiliasi dan pengakuan atas negara Palestina. Bukan itu saja, Indonesia harus mendukung upaya pengembalian tanah Palestina yang dicaplok oleh Israel selama ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel