Isu Reshuffle Muncul Lagi, DPR: Semua Pembantu Jokowi Harus Siap

Dusep Malik, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Isu adanya perombakan kabinet atau Reshuffle Kabinet kembali berhembus. Kabar ini dihembuskan oleh Immanuel Ebenezer atau Noel yang merupakan salah satu relawan dari kelompok relawan Jokowi Mania atau JoMan.

Mengenai adanya isu tersebut, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ikut angkat bicara. Menurut Azis mengenai reshuffle kabinet memang menjadi kewenangan Presiden Jokowi selaku Kepala Negara.

"Mengenai isu reshuffle, Sampai hari ini kita tampung mengenai adanya reshuffle itu hak preogratif presiden," kata Azis kepada Wartawan, Kamis 4 Februari 2021.

Menurut Azis, permasalahan reshuffle tidak dapat diintervensi oleh siapapun karena itu sepenuhnya keputusan Jokowi. Begitu juga dengan para Menteri di Kabinet Indonesia Maju saat ini, tidak boleh menolak dan harus selalu siap dengan apa yang diputuskan Jokowi.

"Semua pembantu Presiden harus siap diganti dan di copot. Kita tunggu keputusan presiden siapapun yang akan diganti. Mengenai isu yang diganti, kewenangan ada di bapak presiden," ujarnya.

Sebelumnya, pada akhir 2020 lalu Presiden Jokowi telah melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Dalam reshuffle pertama di periode keduanya ini, ada enam posisi menteri yang di-reshuffle.

Sejumlah nama baru masuk dalam Kabinet Indonesia Maju seperti Tri Rismaharini yang menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara. Kemudian Sandiaga S Uno menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama.

Ada juga Budi G Sadikin yang menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto, lalu ada nama Yaqut Cholil Qoumas menjadi Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi.

Selain itu, juga ada Wahyu Sakti Trenggono yang jadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo, kemudian ada nama Muhammad Lutfi yang menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Agus Suparmanto.