Isuzu Bantu Indonesia Keluar dari Resesi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Setelah lebih dari satu tahun dilanda pandemi, Indonesia pada bulan ini akhirnya keluar dari zona resesi karena berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07 persen pada triwulan II.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang mengatakan bahwa industri manufaktur memberikan kontribusi terbesar atas pencapaian itu. Industri alat angkutan atau otomotif menjadi yang paling tinggi angka pertumbuhannya, yakni sebesar 45,70 persen.

Sub sektor ini juga masuk dalam lima besar kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto nasional, yakni sebesar 1,46 persen, dan ada di posisi pertama pada sektor ekspor.

“Kinerja ekspor sektor manufaktur pada periode Januari-Juni 2021 tercatat sebesar US$1,06 miliar dan mendominasi dengan angka 78,80 persen,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif dari laman resmi Kemenperin, Kamis 26 Agustus 2021.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan, ekspor kendaraan bermotor secara utuh pada periode Januari hingga Juli tahun ini naik 38 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara, untuk unit yang dikapalkan secara terurai kenaikannya mencapai 151 persen.

Dari jumlah unit yang dikirimkan dalam bentuk terurai atau completely knock down (CKD), Isuzu sebagai salah satu pabrikan kendaraan komersial terbesar meraih peningkatan yang paling tinggi dengan angka lebih dari 1.500 persen.

Untuk di dalam negeri sendiri, pada periode Januari hingga Juni 2021 merek yang dikenal dengan produk kendaraan bermesin diesel itu mencatat pertumbuhan sebesar 53,1 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari kenaikan yang dialami segmen kendaraan komersial secara total, yang tercatat sebesar 44,5 persen.

General Manager Marketing IAMI, Attias Asril mengatakan bahwa prestasi itu bisa diperoleh berkat tiga model yang jadi andalan mereka. Pertama yakni Isuzu Traga, di mana penjualannya dari awal tahun hingga hingga Juli kemarin tumbuh 111,6 persen dan berhasil meraih pangsa pasar 29,9 persen.

“Isuzu Elf naik 32 persen, dengan market share 23,2 persen. Isuzu Giga tumbuh 43 persen, pangsa pasarnya 14,5 persen,” ujarnya saat konferensi pers virtual yang digelar oleh Forwot, dikutip VIVA Otomotif Kamis 26 Agustus 2021.

Asril menjelaskan, selain dipasarkan di dalam negeri Isuzu Traga juga jadi andalan mereka untuk pasar ekspor, dan sudah dibekali dengan mesin diesel berstandar emisi Euro 4.

“Kami telah mengekspor Traga Euro 4 ke Filipina sejak 2019,” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel