Isuzu Resmi Hentikan Produksi Mobil Pesaing Toyota Kijang di RI

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mobil keluarga sejak lama menjadi idaman masyarakat Indonesia. Di era 1990-an produk yang sangat dikenal adalah Toyota Kijang. Tak hanya itu, ada pula Isuzu Panther sebagai pesaingnya di pasar otomotif nasional.

Berbeda dengan mobil Kijang yang memiliki pilihan mesin bensin, Isuzu hanya jantung penggerak diesel berkapasitas 2.300cc. Produk ini kemudian memiliki penggemar tersendiri, pabrikan Jepang itu pun memberi pilihan mesin 2.500cc murni. Kemudian, ada penambahan turbo untuk generasi barunya.

Isuzu Panther mulai diproduksi di Indonesia pada tahun 1991. Kemudian, mobil diesel itu tersedia juga dalam wujud kendaraan niaga. Modelnya beragam, mulai dari yang memakai bak terbuka, box, bahkan ada juga yang dijadikan angkutan penumpang di perkotaan (angkot).

Kisah Isuzu Panther sebagai penantang mobil Kijang mulai memudar saat Toyota menghadirkan Innova. Pabrikan spesialias kendaraan bermesin diesel itu, tak banyak memberikan perubahan fitur maupun tampilan di produk legendarisnya.

Kini, setelah 3 dekade menemani masyarakat Indonesia, PT Isuzu Astra Motor Indonesia secara resmi menghentikan produksi Panther. Cara yang sama, sudah dilakukan oleh perwakilan merek tersebut di negara Thailand maupun Filipina. Mereka sudah lebih dulu menghentikan produksi dan penjualan mobil diesel tersebut.

"Untuk yang sering bertanya soal Panther. Bisnis Isuzu hari ini jelas, kami akan fokuskan ke commercial vehicle. Jadi kami akan fokus ke sana," ujar Attias Asril, General Manager Marketing Division IAMI saat konfrensi pers virtual, Rabu 10 Februari 2021.

Sebelum dihentikan produksinya di Indonesia, penjualan wholesales Isuzu Panther berdasarkan data Gaikindo mencapai 320 unit. Ada empat varian yang ditawarkan untuk para penggemarnya di dalam negeri, yakni LM, LV, LS, dan Grand Touring.