Isyaratkan Tesla Jadi Perusahaan Terbesar di Dunia, Elon Musk Hapus Tweetnya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Rajin membagikan pendapatnya melalui media sosial Twitter, CEO Tesla, Elon Musk sering kali menjadi pusat perhatian, tak terkecuali Jumat 26 Maret 2021 kemarin.

Seperti dilansir Insider, Sabtu (27/3/2021), pengusaha kaya tersebut mengisyaratkan bila Tesla akan menjadi perusahaan terbesar di dunia mengalahkan Apple hanya dalam beberapa bulan.

Usai menjadi perhatian setelah membagikan tulisan tersebut, Musk akhirnya numenghapus tweetnya tersebut.

Percakapan di Twitter tentang nilai pasar Tesla dimulai oleh akun bernama @WholeMarsBlog. Akun tersebut mempromosikan konten Tesla dan menulis 'Tesla akan lebih besar dari Apple'.

Melihat hal tersebut, Musk menanggapi tweet tersebut dan menunjukkan, dirinya setuju dengan pernyataan tersebut.

"Saya pikir ada >0 persen kemungkinan Tesla bisa menjadi perusahaan terbesar," tulis Musk.

Hal ini langsung menarik perhatian karena Musk menyiratkan perusahaan akan segera menjadi lebih besar dari Apple. Hingga Jumat, nilai pasar Tesla mencapai USD 584 miliar adalah 30 persen dari USD 2,01 triliun Apple pada hari yang sama.

Hapus Tweet

CEO Tesla, Elon Musk, memperkenalkan Cybertruck di studio desain Tesla di Hawthorne, California (21/11/2019). Truk Pikap ini dibekali dua motor Listrik dengan sistem penggerak menggunakan konfigurasi semua roda atau yang biasa disebut 4WD. (AP Photo/Ringo H.W. Chiu)
CEO Tesla, Elon Musk, memperkenalkan Cybertruck di studio desain Tesla di Hawthorne, California (21/11/2019). Truk Pikap ini dibekali dua motor Listrik dengan sistem penggerak menggunakan konfigurasi semua roda atau yang biasa disebut 4WD. (AP Photo/Ringo H.W. Chiu)

Sesaat setelah dibagikan, Musk langsung menghapus tweet tersebut. Meski demikian, banyak pengguna Twitter telah mengambil tangkapan layar dan membagikannya.

Saat ini Tesla dan Apple memang tak bersaing secara langsung karena segmen psar yang disasar keduanya berbeda. Meski demikian, hal ini bisa segera berubah karena perusahaan yang terkenal dengan produk iPhone tersebut akan merilis mobil listrik otonomnya pada 2024.

Melihat hal ini, Analis JP Morgan mengatakan, Tesla mungkin kehilangan dominasinya di industri mobil listrik karena merek yang lebih menonjol masuk dan mengambil pangsa pasar.

Pada Februari, Tesla menunjukkan tanda-tanda kehilangan keunggulannya, karena Mustang Mach-E berhasil mengambil segmen pasarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini