ITDC gandeng LPEI danai fasilitas Bazaar Mandalika

·Bacaan 3 menit

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk mendanai pembangunan fasilitas bazaar di Destinasi Super Prioritas Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro mengatakan upaya ini dilakukan untuk meningkatkan fasilitas Bazaar Mandalika sebagai sentra usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan pariwisata The Mandalika.

"Pembenahan ini didukung pendanaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank melalui skema National Interest Account (NIA) untuk melengkapi sarana prasarana dan fasilitas di area Bazaar Mandalika secara bertahap guna meningkatkan keamanan dan keindahan area," ujarnya dalam keterangan tertulis di terima wartawan di Mataram, Rabu.

Baca juga: Menparekraf : Pembangunan Mandalika sudah mematuhi ESG

Ia menjelaskan pembenahan Bazaaar Mandalika ini meliputi pemasangan rolling door dan partisi serta perbaikan jaringan listrik pada 303 unit stall bazaar, perbaikan toilet, pembangunan pos penjagaan dan keamanan dan signage serta penambahan 27 unit kamera pengawas CCTV di area Bazaar Mandalika.

"Pembenahan tahap 1 ini telah diselesaikan pada akhir Maret dan akan dilanjutkan dengan tahap kedua yang rencananya dimulai pada Semester II-2021. Tahap kedua berupa penambahan interior di masing-masing stall seperti rak penggantung, display produk, serta penataan landscaping, water fountain, court yard dan kanopi peneduh di area Bazaar Mandalika," ucapnya.

Selain bertujuan untuk melengkapi fasilitas dasar baik bagi pemenuhan kebutuhan pedagang dan pengunjung, serta meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung, pembenahan Bazaar Mandalika bertujuan meningkatkan estetika area, sehingga dapat menjadi salah satu spot pariwisata unggulan di kawasan The Mandalika, khususnya untuk berbelanja dan menikmati pementasan budaya.

"Kami juga menyediakan fasilitas toilet khusus bagi penyandang disabilitas guna mewujudkan area ini sebagai spot pariwisata yang ramah untuk semua kalangan," ujar Bram.

Baca juga: Menparekraf siapkan dana hibah Rp3,7 triliun untuk pariwisata NTB

Bram menambahkan Bazaar Mandalika juga telah banyak dimanfaatkan sebagai venue acara atau event kebudayaan oleh pemerintah daerah dan komunitas lokal setempat. Karenanya, dengan pembenahan ini, pihaknya berharap semakin banyak dan beragam event dapat diselenggarakan di tempat itu.

"Bukan saja karena kecantikannya tapi juga karena kelengkapan fasilitasnya untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung," ucapnya.

Bazaar Mandalika dibangun oleh ITDC sebagai sentra ekonomi baru bagi UMKM setempat. UMKM dapat menjual produk dan kuliner lokal bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan The Mandalika.

Dibangun dengan mengusung konsep 5C yakni Commerce, Culture, Creativity, Culinary, dan Community, Bazaar Mandalika terbagi menjadi tiga zona, yakni Cultural Zone yang menampilkan kearifan lokal melalui pementasan seni dan budaya, Creative Zone yang menjual suvenir atau ceinderamata berupa kerajinan dan produk-produk kreatif lokal, dan Culinary Zone yang menyajikan kuliner lokal yang akan menjadikan Bazaar Mandalika sebagai kawasan wisata belanja dan kuliner terintegrasi.

"Sejalan dengan harapan warga, kami juga berharap pandemi segera berlalu sehingga warga setempat yang berhak mengisi stall Bazaar Mandalika dapat kembali memulai kegiatan ekonomi mereka. Kami juga mengajak warga bersama-sama menjaga kebersihan sarana prasarana dan fasilitas yang telah disiapkan, guna kenyamanan dan keamanan wisatawan saat berkunjung dan beraktivitas di Bazaar Mandalika," katanya.

Sementara itu, Jumaidi, salah satu warga dari Desa Penyangga The Mandalika yang berjualan cenderamata di salah satu lapak Bazaar Mandalika, menuturkan bersyukur atas tempat berjualan yang lebih tertata dan nyaman di Bazaar Mandalika.

"Sebelumnya kami berjualan di pinggir jalan, yang membuat dagangan kami terpapar debu sehingga kurang layak untuk dijual kembali. Kami gembira dengan pembenahan fasilitas yang tengah dilakukan dan berharap pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga kami dapat berjualan kembali," ujarnya.

Senada, Mianah, warga Desa Penyangga The Mandalika yang juga berjualan di lapak Bazaar Mandalika menyampaikan setelah puluhan tahun berjualan, akhirnya bisa mendapatkan tempat yang lebih representatif untuk berjualan yakni di Bazaar Mandalika.

"Kami dapat memanfaatkan tempat yang teduh dan tidak perlu berpanas-panas di pinggir pantai. Kami berharap pandemi segera berakhir dan wisatawan bisa beramai-ramai kembali mengunjungi The Mandalika," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel