Iuran Naik, Kado Tahun Baru BPJS

Syahdan Nurdin, nurterbit
·Bacaan 2 menit

VIVA - KADO TAHUN BARU BPJS: Relaksasi, Calo, Antre, Iuran Naik. BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan), merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Itu sudah harga mati.

Tugas BPJS sejak didirikan, tidak lain adalah untuk menyelenggarakan jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Aparat Sipil Negara (ASN - dulu PNS, Pegawai Negeri Sipil), Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya, ataupun rakyat biasa.

Nah jangan berkecil hati, atau emosi sebab ini fakta dan kenyataan. Artinya, saya dan Anda semua masuk kategori "rakyat biasa". Saya dan keluarga masih ada embel-embel lagi: BPJS Mandiri. Bayar dewek-dewek. Alias bayar sendiri.

Alhamdulillah, sebagai kado tahun baru ini, maka di awal tahun 2021, iuran BPJS naik. Lebih tepatnya, naik lagi. Keren kan? Contohnya, untuk kelas III dari semula Rp 25.000/bulan, naik jadi Rp35.000. Naik sepuluh ribu rupiah.

Padahal, 22 Desember 2020 lalu baru saja saya aktifkan kartu BPJS dengan mengikuti program relaksasi. Tunggakan hanya dibayar 6 bulan terakhir sekitar Rp1,2 jutaan. Sisanya dicicil hingga 2021.

Itulah tujuan saya mengaktifkan kartu BJPS. Tidak lain biar dipakai untuk operasi gratis mata katarak saya. Dengan BPJS tentu biaya lebih terjangkau. Kalau daftar sebagai pasien umum, minimal bayar Rp12 jutaan. Ini hanya bayar tunggakan Rp1,2 jutaan.

Selama hampir 5 tahun, kartu BPJS ini saya nonaktif-kan. Iuran tidak saya bayar. Pasalnya, saya kecewa dengan BPJS. Sudah rajin bayar iuran kelas I, giliran sakit eh dapat pelayanan kelas III di RSUD.

Ibarat pesan martabak spesial pakai telur, dapatnya martabak biasa tanpa telur. Padahal tetap harus bayar seharga martabak spesial pakai telur. Tentu yang untung rumah sakit, yang rugi dan sakit, ya kitalah, rakyat kecil...

Dalam gambar ini, terlihat warga Kota Bekasi, Jawa Barat antre di depan gedung BPJS Kesehatan, Senin pagi 4 Januari 2021. Di kantor BPJS daerah lain, mungkin tak jauh berbeda. Di tengah antrean tersebut, datang sejumlah "calo" menawarkan jasa. Mereka jamin gak perlu antre, tinggal beres. Kerja sama "orang dalam".

Hebat ya?

Saya, istri dan warga lainnya harus antre terlebih dahulu, berdiri di tengah terik matahari, diseleksi pula oleh Satpam di pintu masuk. Kalau urusannya ringan, ditangani sendiri Pak Satpam.

Misalnya masih kekurangan berkas. Gak mesti ke dalam, dan gak mesti ke lantai dua, ke petugas BPJS yang asli. Memang ada petugas palsu? Ya yang palsu kan berkeliaran di jalan hehe...

Lah, yang bikin heran kita semua, kalau melalui petugas BPJS "palsu", eh maksudnya calo-calo tadi, kok bisa tembus ke dalam, dan ke lantai dua tanpa harus antre? urusan pun bisa selesai. Tidak berlete-lete, eh bertele-tele.

Hebat kan negeri kita ini? Kalau urusannya sepele bisa dibikin sulit. Apalagi kalau memang dari sono-nya sulit, ya...makin dipersulitlah, hehehe...(Nur Terbit : Bekasi, Senin 04012021)