Ivan Slank soal Berkreasi Kala Pandemi Covid-19, Awalnya Kagok Kini Jadi Keasyikan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat untuk beradaptasi. Termasuk Ivan Slank. Bila biasanya ia berkarya dan bertemu penggemar secara tatap muka, kini semua dilakukan secara daring.

Hal ini diceritakan sang bassist Slank, dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bertema "Berkarya Seni Walau Pandemi" yang berlangsung di Media Center KPCPEN, Jakarta pada Jumat (18/12/2020).

"Walaupun jadi pihak yang terkena dampak paling berat, tapi karena banyak teman-teman yang bersemangat untuk cari way out (jalan keluar) untuk band bisa main. Alhamdulilah bergerak dan hasilnya lumayan bagus walaupun tanpa penonton," tuturnya.

Terbukti, Corona Covid-19 tak menghalangi langkah Slank untuk merilis album baru.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Energi Positif

Ivan Slank dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 . (ist)
Ivan Slank dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 . (ist)

"Kami mau menunjukkan ke mereka bahwa kami mengambil energi positif dari pandemi ini. Makanya bulan depan akan keluar album baru," kata Ivan Slank.

Ia menambahkan, "Selama pandemi ini rekaman dari rumah masing-masing. Pandemi ini jadi inspirasi dan produktif serta efisien."

Selain album, Slank juga menggelar konser virtual. Ivan mengungkapkan tantangan yang dihadapi adalah dalam persoalan teknis, karena pihaknya memang belum berpengalaman untuk membuat konser daring.

“Alhamdulilah sekarang sudah bisa," tuturnya.

Dari Kagok Jadi Keasyikan

Slank rilis album Slanking Forever (Bambang E.Ros/Fimela.com)
Slank rilis album Slanking Forever (Bambang E.Ros/Fimela.com)

Ivan mengaku hal ini memang membutuhkan penyesuaian. Ia dan rekan-rekannya pun sempat terkaget-kaget dengan perubahan yang mereka hadapi.

"Kalau dibilang siap tidak ada yang siap. Awalnya kita kagok untuk bagaimana tetap berkreasi tanpa bertemu langsung dan lewat virtual. Sekarang malah jadi kebiasaan yang mengasyikkan dan enjoy the Covid," ujarnya.

Hikmah di Balik Pandemi.

Ivan juga mengungkapkan, di dalam pandemi ini banyak hikmah yang bisa didapatkan.

"Hikmahnya adalah bahwa mau enggak mau kita didorong untuk keluar dari zona nyaman. Yang menghidupkan seniman itu adalah karyanya. Kalau tidak berkarya ya matilah dia. Justru malah di tengah pandemi ini menjadi bahan bakarnya kreativitas seniman. Karena semua seniman banyak dapat inspirasi yang tidak pernah didapat sebelumnya," jelasnya.

Saat tak bisa tampil di hadapan penggemar secara langsung, Ivan justru melihat kuatnya dukungan fans. "Mereka tidak sampai marah namun tetap merasa ada yang hilang karena tidak ada konser off-air," ceritanya.

Konsisten 3M

Ivan berpesan agar semuanya tetap patuh pada protokol kesehatan 3M agar pandemi segera berakhir. Ia juga mengatakan dukungannya terhadap vaksin.

"Menerapkan prokes 3M bukan hanya untuk diri sendiri tapi sebagai kepedulian kepada keluarga dan teman-teman serta agar pandemi cepat selesai. Dan vaksin ini menjadi harapan," ungkap Ivan.

"Tetap berpikir positif, tetap semangat, tetap berkreasi, ikhtiar dan berdoa,” pungkasnya. (rnd/ Merdeka.com)