Ivermectin Belum Disetujui Jadi Obat COVID-19, Ini Kata Peneliti

·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum menyetujui penggunaan Ivermectin sebagai obat bagi pasien COVID-19. BPOM menyebut, khasiat Ivermectin untuk pengobatan pasien COVID-19 masih perlu dibuktikan melalui uji klinis.

BPOM turut menegaskan, indikasi Ivermectin masih sebagai obat antiparasit atau obat cacing.

Senada dengan BPOM, Juru Bicara COVID-19 untuk Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menyampaikan, sejauh ini obat Ivermectin hanya ditujukan sebagai terapi COVID-19.

Di sisi lain, untuk membuktikan Ivermectin pantas mendapat izin edar, Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Ivermectin Indonesia, dr Budhi Antariksa, Ph.D., Sp.P(K), mengatakan, studi in vitro telah memperlihatkan, Ivermectin mampu menghambat replikasi berbagai virus, termasuk Sars-CoV-2 atau COVID-19.

"Ivermectin dapat mengurangi viral load dan melindungi dari terjadinya kerusakan organ akibat Sars-CoV-2 pada studi di hewan," ujarnya saat konferensi pers ‘Kisah Sukses Ivermectin di Berbagai Negara’, yang digelar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Harsen Laboratories secara virtual, Senin, 28 Juni 2021.

Lebih lanjut, Budhi mengatakan, obat oral tersebut juga berperan sebagai anti-inflamasi dan dapat mencegah produksi sitokin serta sebagai mediator inflamasi.

"Ivermectin mencegah transmisi dan berkembangnya COVID-19 pada pasien yang terinfeksi. Sehingga, mempercepat penyembuhan dan mempercepat perburukan pasien COVID-19 yang bergejala ringan dan sedang," kata Budhi.

Tidak hanya itu, bahkan Budhi menyebut Ivermectin mampu mencegah pasien COVID-19 masuk ICU dan mencegah kematian pada pasien virus corona.

"Obat ini juga dapat mencegah kematian pada pasien COVID-19 yang kritis," ucap Budhi.

Sementara penelitian terkait obat-obatan yang merekomendasikan obat apa saja yang bisa dipergunakan pada pasien COVID-19, Budhi menyebut salah satunya adalah Ivermectin.

"Jadi Ivermectin menghambat replikasi virusnya sehingga virus tidak akan bertambah dan yang sudah ada juga akan mati karena tidak bisa replikasi. Oleh karenanya, Ivermectin ini bisa mengobati atau menyembuhkan pasien dengan COVID-19," kata Budhi.

Budhi juga menjelaskan, pemakaian Ivermectin berhubungan dengan penurunan angka kematian COVID-19 pada gejala berat.

"Ini sudah ada jurnalnya dan sudah dituliskan pada majalah Chest. Dalam International Journal of Infectious Diseases, di sini ditekankan bahwa Ivermectin dengan pengobatan 5 hari, dia akan mengurangi durasi penyakitnya," tutur dr Budhi Antariksa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel