Iwan Bule Update Naturalisasi 4 Pemain Eropa untuk Timnas Indonesia: Jangan Seperti Marc Klok

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - PSSI berhati-hati dalam menaturalisasi empat pemain keturunan di Eropa untuk Timnas Indonesia. Kasus Marc Klok menjadi penyebabnya.

PSSI berencana untuk menaturalisasi empat pemain Eropa berdarah Indonesia sesuai dengan permintaan dari pelatih Shin Tae-yong.

Keempat pemain itu adalah Sandy Walsh, Mees Hilgers, dan Kevin Diks yang berpaspor Belanda dan Jordi Amat yang berkewarganegaraan Spanyol.

PSSI ingin memastikan garis keturunan keempatnya lebih dulu sebelum dinaturalisasi. Soalnya, Marc Klok gagal membuktikan darah Indonesia-nya ketika menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun lalu.

Padahal, Marc Klok telah dinaturalisasi lewat jalur khusus. Lantaran tidak dapat membuktikan garis keturunan, pemain kelahiran Amsterdam, Belanda itu masih dilarang FIFA untuk membela Timnas Indonesia hingga lima tahun menetap di Tanah Air.

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya sampai membentuk tim khusus untuk menangani rencana naturalisasi yang dipimpin oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani.

"Sedang dalam proses. Saya menunjuk Pak Hasani. Dia yang berbicara dengan agen-agen pemain keturunan itu," jelas Iriawan.

"Kami butuh, Shin Tae-yong butuh, namun kami harus cari tahu lebih dulu garis keturunannya. Jangan seperti Marc Klok. Tiba-tiba saat dinaturalisasi tidak ada silsilah keturunan dari orang tua maupun kakek dan neneknya."

"Yang pasti, saya berkeinginan naturalisasi empat pemain itu bisa terwujud. Ini keinginan pelatih. Lebih cepat lebih baik sebenarnya," jelas pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu.

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia: Sandy Walsh

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia: Jordi Amat

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia: Mees Hilgers

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia: Kevin Diks

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel