Izin ikut bertarung di KLB, Tri Dianto sowan ke rumah Anas

MERDEKA.COM. Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap Tri Dianto memutuskan untuk maju sebagai calon ketua umum Partai Demokrat di Kongres Luar Biasa (KLB). Untuk mendapatkan restu dan dukungan, Tri menyambangi kediaman mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, sore ini.

"Iya, hari ini minta izin dan doa restu ke Mas Anas. Saya yakin beliau mendukung. Dia kan orangnya demokratis," kata Tri kepada merdeka.com, Selasa (12/3).

Mantan pengusaha jamu ini tidak peduli apabila keputusannya untuk maju dalam KLB Demokrat ditentang oleh keluarga Cikeas. Menurutnya, tidak ada satupun dalam AD/ART partai yang melarang seseorang untuk maju menjadi calon ketua umum.

"Walau enggak dapat restu tetap maju, kan dalam AD ART enggak ada larangan," tegas dia.

Tri menambahkan, dukungan untuk maju menjadi calon ketua umum pun sudah datang dari puluhan DPC Demokrat yang tersebar di seluruh Indoensia. Oleh karena itu, dia tidak peduli jika nantinya tidak mendapat restu dari Cikeas ataupun DPD dan DPP.

"Saya kira DPD mendukung, terima kasih, enggak mendukung, enggak masalah. Yang penting arus bawah mau ada perbaikan dalam tubuh Demokrat," ujarnya.

Tri mengaku akan segera mendeklarasikan keputusan maju di KLB dalam minggu-minggu ini. "Iya minggu ini akan deklarasi," tandasnya.

Baca juga:
Panglima perang Anas maju di KLB Demokrat
Sutan: KLB Demokrat hemat, sesuai anjuran agama
Mereka bakal bertarung merebut kursi Demokrat-1

Topik Pilihan:
Kasus Simulator SIM | Hari Raya Nyepi | Kemelut Demokrat | Soeharto | Jokowi ahok

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.