Izin Liga 1 di Tengah Pandemi Jangan Hanya Bergantung ke Polri

Zulfikar Husein
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kompetisi profesional sepakbola di Indonesia sudah mati suri kurang lebih hampir setahun dampak dari pandemi COVID-19. Induk sepakbola tertinggi di Indonesia (PSSI) dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) tak kunjung mendapatkan izin dari Kepolisian RI (Polri) untuk menyelenggarakan Liga 1, Liga 2 hingga turnamen-turnamen lainnya.

Awalnya, PSSI ngotot untuk melanjutkan kompetisi sekitar bulan Agustus 2020, namun Polri tidak memberikan izin mengingat angka penyebaran virus Corona di Tanah Air masih tinggi. Hingga akhirnya, PSSI memutuskan untuk membatalkan Liga 1 2020.

Memasuki tahun 2021, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali berusaha mencari solusi. Dia pun menggelar pertemuan dengan jajaran PSSI, pada awal Februari kemarin, dan berjanji untuk melobi Polri agar dapat memberikan izin.

Bak gayung bersambut selepas pertemuan tersebut, Kepala Bidang Kerjasama Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Kombes Pol Budi Sajidin mengatakan, kemungkinan besar Liga 1 musim 2021 akan diizinkan.

"Untuk Liga 1 sepakbola bisa dilaksanakan. Kompetisi olahraga seperti basket, voli juga bisa dilaksanakan. Kami sayang pada masyarakat, kami sebenarnya ingin memberikan izin untuk sepakbola bisa dilaksanakan," kata Budi, dalam acara Webinar 'Harapan Olahraga di Tengah Pandemi' yang diselenggarakan oleh SIWO PWI Pusat, Rabu 3 Februari 2021.

Menanggapi hal tersebut, pengamat sepakbola dari Football Institute, Budi Setiawan mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Menpora Zainudin Amali dalam mendukung upaya kembalinya kompetisi Liga 1 digelar. Namun, PSSI harus segera menentukan langkah selanjutnya agar bisa meyakinkan pihak kepolisian.

"Langkah selanjutnya tentu meyakinkan pihak kepolisian agar kompetisi dapat bergulir. Bagaimana PSSI bisa meyakinkan izin kompetisi terbit, tentu ada kondisi-kondisi yang perlu disimulasi lebih lanjut. Misalnya mengantisipasi kehadiran suporter. Apakah status pertandingan tanpa penonton atau terbatas," kata Budi, kepada VIVA, Kamis 4 Februari 2021.

Lebih lanjut, Budi menyarankan agar PSSI dan PT LIB untuk membuat grand design kompetisi di tengah pandemi yang tidak hanya bergantung dari kepolisian, namun bersama Kemenpora juga. Sebab, Kemenpora nantinya harus memberikan supervisi grand design kompetisi sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"PSSI perlu berusaha lebih maksimal lagi memaparkan grand design pelaksanaan kompetisi bukan hanya pihak kepolisian, tetapi juga Menpora. Bagus juga jika seandainya Menpora memberikan supervisi kepada PSSI terkait grand design ini," ujarnya.

"Karena, tantangannya adalah pelaksanaan PPKM selanjutnya, yang esuai arahan Presiden Jokowi untuk menjalankannya berbasis mikro atau di tingkat lokal, mulai dari kampung, desa, RT/RW dan melibatkan satgas dari pusat sampai satgas terkecil," ucapnya.