AS Izinkan Daging Buatan Laboratorium Dikonsumsi

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui penjualan produk daging dari sel hewan yang dikembangkan dalam laboratorium untuk konsumsi manusia.

Daging-daging buatan laboratorium kini dapat dengan mudah dibeli para konsumen AS. Salah satunya adalah daging buatan laboratorium perusahaan UPSIDE Foods.

Perusahaan makanan itu mengembangkan daging ayam buatan melalui sel-sel ayam hidup. Setelah sel-sel ayam hidup diambil, sel-sel itu akan dikembangkan menjadi daging di dalam tangki baja tahan karat. Demikian dikutip dari Reuters, Kamis (17/11).

Produk daging laboratorium UPSIDE Foods kini hanya tinggal melewati pemeriksaan Departemen Pertanian AS (USDA) sebelum dapat ditemui di rak-rak penjualan AS.

Alasan FDA menyetujui penjualan daging buatan karena

mereka melihat adanya perubahan konsumsi dan terjadinya inovasi makanan.

“Dunia sedang mengalami revolusi makanan dan (FDA) berkomitmen mendukung inovasi dalam pasokan makanan,” jelas Komisaris FDA Robert M. Califf dan Susan Mayne, direktur Pusat Keamanan Pangan dan Gizi Terapan FDA.

FDA sendiri kemarin menyatakan perusahaan makanan UPSIDE Foods tidak lagi diragukan. Makanan produksi perusahaan itu pun dinyatakan aman dikonsumsi.

“Kami sangat senang dengan pengumuman FDA. Langkah bersejarah ini membuka jalan bagi kami menuju pasar,” jelas Direktur Komunikasi UPSIDE Foods, David Kay.

Pihak FDA menyatakan mereka siap menggandeng perusahaan-perusahaan lain untuk mengembangkan produk makanan yang berasal dari sel hewan.

Sebelumnya berdasarkan perjanjian pada 2019, USDA dan FDA bekerja sama meregulasi penjualan produk makanan berbasis sel hewan. Dalam persetujuan itu, USDA akan mengawasi pemrosesan dan pelabelan produk daging berbasis sel hewan.

Permintaan produk daging berbasis sel hewan tumbuh bersamaan dengan kesadaran akan tingginya emisi gas rumah kaca karena peternakan hewan. Bahkan pada pertemuan COP27 di Mesir pekan lalu, salah satu menu yang disajikan adalah daging ayam berbasis sel hewan.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]