J-Lo dan Shakira simbol kekuatan perempuan di Super Bowl

Oleh Daniel Trotta

(Reuters) - Jennifer Lopez dan Shakira memunculkan sentakan enerjik dari kekuatan bintang Latin saat pertunjukan turun minum Super Bowl pada Minggu, yang menampilkan koreografi goyang pinggul dan medley hits di salah satu pertunjukan termewah di dunia.

Seniman Latin Bad Bunny dan J Balvin muncul sebagai tamu kejutan di ekstravaganza, yang menandai pengaruh Amerika Latin sejak awal, ketika Shakira menyapa penonton stadion dalam bahasa Spanyol melalui "Hola, Miami."

Mengenakan pakaian berpayet warna merah delima dengan sepatu bot yang senada, Shakira memimpin tim penari melalui potongan-potongan lagu seperti "Whenever, Wherever", dan "Hips Dont Lie" sebelum memberikan waktu kepada J-Lo .

Lopez masuk dengan mengenakan kostum kulit hitam di panggung yang menyerupai bagian atas Gedung Empire State, ketika "Jenny from the Block" dengan bangga mengumumkan bahwa dia berasal dari Bronx, New York.

Pertunjukan turun minum selama 12 menit, bersama dengan iklan, telah menjadi fitur yang populer dari tontonan Super Bowl yang setara dengan permainan itu sendiri, dan menarik perhatian sekitar 100 juta pemirsa televisi di Amerika Serikat.

Di Miami, kota mayoritas Latin, di mana Kansas City Chiefs melawan San Francisco 49ers untuk kejuaraan National Football League, panitia acara diam-diam membangun harapan untuk penampilan kekuatan perempuan dengan sentuhan Latin.

Latar belakang dari dua penampil itu cocok dengan dua demografi yang National Football League coba tarik untuk memperluas basis penggemar: wanita dan Latin.

J-Lo, 50, adalah anak kelahiran Bronx dari orangtua Puerto Rico yang, seperti lagu hit-nya "Jenny from the Block" membuktikan, bangkit dari keluarga sederhana untuk menjadi bintang internasional film-film Hollywood dan musik populer serta memiliki merek fesyen dan parfum sendiri.

Ketika latar berganti, J-Lo mengganti kostumnya dengan sebuah baju pas badan berbahan lace, yang dihiasi dengan scarf besar yang terbuat dari bulu dengan motif bendera A.S. di satu sisi dan bendera Puerto Rico di sisi lainnya. Itu adalah pengingat halus bahwa Puerto Rico - yang dilanda badai Kategori 5 pada tahun 2017 dan baru-baru ini dilanda serangkaian gempa bumi - juga bagian dari Amerika.

Dia kemudian melantunkan "On the Floor," lagu hit 2011-nya, dan "Let's Ger Loud" sebuah lagu dari album debutnya 1999, yang menampilkan paduan suara perempuan.

Shakira, 43, yang berasal dari Barranquilla, Kolombia, menyampaikan menjelang acara bahwa ia bersimpati dengan orang-orang Latin di Amerika Serikat, di mana retorika anti-imigrasi menjadi lebih terbuka dalam beberapa tahun terakhir.

"Orang Latin sedang mengalami masa sulit di AS sekarang, dan saya pikir sangat penting bagi kami untuk menyampaikan pesan persatuan dan juga untuk menunjukkan bahwa komunitas Latin adalah kekuatan yang relevan di negara ini," " Shakira mengatakan kepada wartawan, Kamis.

Super Bowl tahun ini menjadi terobosan bagi wanita di tempat-tempat penting, termasuk kepemilikan kedua tim (Denise York dari 49ers dan Norma Hunt dari Chiefs), dan selain itu asisten serangan San Francisco Katie Sowers adalah perempuan pertama yang melatih dalam Super Bowl.

"Pernyataan itu sendirilah yang memberdayakan," kata Lopez kepada wartawan, Kamis, merujuk pada perempuan pemilih dan penampil paruh waktu.

Acara turun minum Super Bowl dimulai 53 tahun yang lalu dengan marching band universitas, tim latihan sekolah menengah dan dua orang terbang dengan paket jet. Sejak itu berkembang menjadi sebuah pertunjukan untuk bakat A-list, termasuk Michael Jackson, Rolling Stones, Madonna dan Lady Gaga.

Salah satu pertunjukan yang menonjol terjadi pada tahun 2004 ketika Justin Timberlake menarik pakaian Janet Jackson, dan dengan singkat memperlihatkan payudaranya yang dihiasi dengan perisai puting. Komisi Komunikasi Federal AS berupaya memberi denda kepada CBS senilai $ 550.000 dengan alasan melanggar batas kesopanan untuk insiden itu.