Jabar I: Arief Suditomo dan Ricky Subagja ikut bersaing

MERDEKA.COM. Duel para calon legislatif (caleg) di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat 1 sepertinya bakal sengit. Sebab di dapil ini bukan diisi oleh tokoh 'kemarin sore'. Rata-rata mereka sudah memiliki nama di bidang pekerjaan masing-masing. Mulai dari politisi ulung, notaris tersohor, jurnalis, hingga legenda bulu tangkis nasional.

Dapil 1 Jawa Barat meliputi wilayah Bandung dan Cimahi. Di dua daerah itu mereka bakal saling merebut suara untuk jatah 7 kursi menuju senayan. Pada pemilu legislatif periode 2009-2014 lalu, PKS dan Demokrat boleh jumawa karena masing-masing mendapat 3 kursi. Sementara satu kursi lagi dicuri PDIP.

Namun pada pemilu kali ini, periode 2014-2019, apakah mereka mampu mempertahankan jatah kursi itu? Belum tentu. Sebab caleg pesaing dari partai lain juga tidak kalah hebat. Dari data yang masuk dan dirilis KPU, jangan remehkan caleg-caleg Nasdem, Gerindra, Hanura, atau Golkar. Caleg-caleg partai ini bisa menjadi kuda hitam pada pemilu yang akan digelar tahun depan.

Apalagi tidak semua anggota DPR peraih kursi pada pileg 2009 lalu kembali maju pada pileg kali ini. Longok saja, dari 7 peraih kursi, hanya 4 orang yang kembali maju sebagai caleg incumbent. Tiga orang peraih kursi dari PKS; Suharna Surapranata, Ledia Hanifa Amaliah dan Popong Otje Djundjunan, hanya Hanifah Amalia yang kembali nyaleg kali ini.

Sedangkan PDIP, meski mendapat sebiji kursi pada pileg 2009 lalu, tidak lagi mencalonkan Setia Permana yang meninggal dunia dalam insiden di Bunaken. Berbeda dengan Partai Demokrat yang tetap mempertahankan peraih kursi tahun lalu sebagai caleg incumbent, yakni; Agung Budi Santoso, Daday Hudaya dan Yetti Heryati.

Bila melihat daftar caleg dari partai lain, sepertinya peluang incumbent kembali meraih kursi semakin berat. Sebab nama-nama caleg pesaing mereka dari partai lain juga tidak kalah hebat.

Misalnya caleg PAN, Ricky Subagja (pebulu tangkis ganda putra legendaris nasional), caleg PDIP, Hartati Hermes (Adik Taufik Kiemas dan Anggota Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat/JPKM) dan caleg partai Hanura Arief Suditomo yang selama ini dikenal pemimpin redaksi RCTI.

Selain Hartati Hermes, PDIP juga mengajukan nama Ketut Sustiawan (Sekarang menjabat anggota MPR) di nomor urut 1 dan Meidya Amora (Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri Indonesia/KADIN) di nomor urut 4. Sedangkan Golkar menempatkan Happy Bone Zulkarnaen (mantan anggota DPR dan dewan pakar ICMI 2005-2010) di nomor urut 1.

Golkar juga memiliki caleg kuat, Popong Otje Djundjunan (Sekarang anggota komisi X DPR) di nomor urut 2 dan Muhamad Eggi Hamzah (putra bekas Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan mantan suami presenter TVOne Tina Talisa) di nomor urut 3.

Berikutnya PKS. Selain tetap mencalonkan satu incumbent, partai dakwah ini juga mengajukan nama Asep Saifulloh Danu alias Ustad Asep (Biro Kepanduan dan Olahraga BKO DPW PKS Jateng) di nomor urut 1. Di belakangnya ada nama Ahmad Kuncaraningrat (Anggota DPRD Kota Bandung) di nomor 2, disusul incumbent Ledia Hanifa Amaliah.

Adapun Demokrat memilih incumbent Agung Budi Santoso (Anggota Komisi V DPR RI) di nomor urut 1, disusul Kikit Wirianti Sugata (Notaris tersohor dari Bandung) di nomor urut 2, incumbent Daday Hudaya (Anggota DPR) nomor urut 3, dan Yetty Heryati (Anggota DPR) nomor urut 4.

Baca juga:
Jabar II: Laga dua rocker Mel Shandy dan Ikang Fawzi
DKI 2: Duel eks jenderal Kostrad, supermodel, dan pakar RSCM
DKI 3: Pasar artis, Farhat Abbas, dan keponakan Prabowo

Topik Pilihan:
Duel Caleg | Konser Musik | smartphone | kanker otak | ekspor impor

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.