Jabar Dapat Hibah 121 Ribu Dosis Vaksin COVID-19 untuk Disabilitas

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerima hibah vaksin COVID-19 Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 121.648 dosis yang diperuntukan bagi 60.824 penyandang disabilitas.

Vaksin tersebut didistribusikan bagi penyandang disabilitas yang berada di daerah zona merah penyebaran COVID-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencatat, berdasarkan laporan Dinas Sosial (Dinsos) jumlah penyandang disabilitas di Jawa Barat mencapai 150 ribu orang.

"Berapapun stok vaksin dari pusat kita ucapkan terima kasih. Walaupun kebutuhan Jawa Barat sebetulnya sangat banyak karena penduduk kami terbanyak," ujar Ridwan Kamil, Jumat, 30 Juli 2021.

Pihaknya sudah memiliki skema dan teknis vaksinasi kepada penyandang disabilitas. Sebelumnya, Provinsi Jabar sudah memvaksinasi penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Wyata Guna, Kota Bandung, Kamis, 8 Juli 2021.

"Vaksinasi penyandang disabilitas di Jabar sudah dimulai dan kita sudah punya pengalaman waktu di Wyata Guna. Jadi kita sudah melakukan simulasi dari awal plus minusnya, prosesnya seperti apa, dan itu akan kita replikasi," katanya.

Ridwan Kamil menambahkan, vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas berlangsung di sejumlah tempat. Selain puskesmas, vaksinasi akan dilakukan di sekolah, pesantren, atau menggunakan mobil vaksinasi COVID-19.

"Idealnya memang di puskesmas tapi tidak akan bisa 100 persen direalisasikan dan butuh waktu lama," katanya.

"Kami akan gunakan juga sekolah, pesantren dan mobil vaksinasi, tapi waktunya dipisahkan supaya memudahkan petugas melakukan tindakan yang terukur," ujarnya menambahkan.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, vaksinasi bagi penyandang disabilitas diprioritaskan di wilayah Zona Merah. "Sesuai arahan di zona merah dan kami sudah punya datanya, tapi sasaran kami basisnya per kecamatan, bukan kota/kabupaten," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar Nina Susana Dewi menambahkan, dari sekitar 1.100 puskesmas yang ada di Jawa Barat, 90 persennya sudah memiliki akreditasi untuk layanan penyandang disabilitas. "Puskesmas yang sudah terakreditasi, sudah 90 persen, dan seharusnya mereka sudah punya layanan untuk penyandang disabilitas," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel