Jabar kian tak terbendung dalam dayung PON Papua

·Bacaan 1 menit

Kontingen Jawa Barat kian tak terbendung dalam cabang olahraga dayung setelah kembali mengamankan dua emas nomor perahu naga 200 meter putra dan putri yang berlangsung di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Senin.

Emas pertama Jawa Barat disumbangkan Andri Agus Mulyana dan kawan-kawan setelah menjadi yang tercepat untuk mengalahkan lawan-lawannya dengan catatan waktu 49,059 detik.

Medali perak diraih kontingen dayung Kalimantan Tengah setelah kalah beberapa milidetik atau 49,098 detik. Sementara medali perunggu diraih Papua Barat setelah mencatatkan waktu 50,557 detik.

Awalnya Kalimantan Tengah dan Papua Barat bersaing ketat dalam 100 meter pertama, namun memasuki 100 meter terakhir, tim dayung Jawa Barat menggeber kayuhan hingga mampu menyalip di tepi garis finis.

Adapun medali emas kedua Jawa Barat diraih Riana Yulistrian dan kawan-kawan setelah finis pertama dengan catatan waktu 54,923 detik. Medali perak diraih Papua dengan catatan waktu 55,060 detik, sedangkan perunggu diamankan Sulawesi Tenggara usai membukukan waktu 56,282 detik.

Baca juga: Papua dan Jabar raih emas perahu naga 500 meter

Tambahan dua emas ini membuat Jawa Barat kini mengoleksi lima emas dari sembilan medali yang diperebutkan pada nomor perahu naga.

Manajer dayung Jawa Barat Alia Meidina mengaku tak menyangka atlet-atletnya bisa meraih dua medali dalam nomor perahu naga 200 meter, padahal mereka hanya membidik tiga emas dari nomor jauh saja; 2.000 dan 1.000 meter.

"Awalnya kita sudah kayak menyerahkan kalau untuk jarak dekat. Spesialisasi kita nomor jarak 2.000 dan 1.000. Tapi Alhamdulillah kita ternyata mampu," ujar Alia usai pertandingan.

Menurut dia, hasil ini merupakan buah dari kerja keras selama dua tahun dalam menjalani pemusatan latihan di Cipule, Karawang.

"Saya percaya kerja keras pasti bakal membuahkan hasil," kata dia.

Baca juga: Tim dayung Jabar petik berkah dari pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel