Jabar siapkan ruang isolasi dan oksigen antisipasi lonjakan Omicron

·Bacaan 1 menit

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan pemerintah provinsi menyiapkan rumah sakit sebagai ruang isolasi dan oksigen untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron yang saat ini sudah ditemukan kasusnya di sejumlah daerah.

"Antisipasi Omicron itu kita sedang persiapan, rumah sakit (tempat) isolasi terpadu, oksigen sudah kita siapkan," kata Ridwan Kamil usai peresmian Alun-Alun Garut di Kabupaten Garut, Minggu.

Ia menuturkan pemerintah pusat maupun provinsi sudah melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi terjadinya lonjakan kasus Omicron, salah satunya menyiapkan ruang isolasi dan oksigen.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan kasus Omicron sudah ada yang ditemukan di sejumlah daerah Jawa Barat seperti Bekasi, Depok, dan Bogor.

Baca juga: Rekomendasi WHO untuk individu dan negara cegah penularan Omicron

Baca juga: Epidemiolog: Masifkan pelacakan dan analisis WGS tekan kasus Omicron

Sedangkan daerah lain, kata dia, seperti wilayah Priangan Timur di antaranya Kabupaten Garut tidak ditemukan kasus COVID-19 varian Omicron, meski begitu harus tetap waspada dengan mematuhi protokol kesehatan dan divaksin.

"Jadi yang ada di Jawa Barat mayoritas ada di Bogor, Depok, dan Bekasi, belum tersiar kabar di daerah Priangan," katanya.

Ia mengungkapkan kasus COVID-19 varian Omicron itu diketahui berasal dari masyarakat yang sebelumnya pulang dari negara yang sudah ditemukan kasus Omicron.

"Seratus persen Omicron tuh impor ya jadi kebanyakan datang dari perjalanan luar negeri, pengawalan, pengetatan sudah baik di bandara," katanya.

Ia berharap tahun 2022 lebih maksimal lagi melakukan penanganan COVID-19, termasuk langkah pencegahan dengan menggelorakan vaksinasi COVID-19 untuk semua kalangan masyarakat.

"Vaksinasi saya terima laporan sudah 84 persen, sehingga Omicron insya Allah bisa kita tangani dengan baik selama kita menjalankan prokes," katanya.

Baca juga: Lima organisasi profesi medis minta pemerintah evaluasi PTM

Baca juga: Epidemiolog: Gelombang ketiga COVID-19 berpotensi terjadi di Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel