Jabar Takut Seperti India, Cara-cara Ini lalu Dilakukan

Ezra Sihite, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gelombang COVID-19 di India yang amat tinggi menjadi perhatian masyarakat dunia termasuk Indonesia karena dikhawatirkan terjadi ke daerah daerah-daerah.

Ketua Harian Satgas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad menjelaskan, Jawa Barat yang merupakan daerah dengan populasi terbanyak tidak mau kecolongan dengan lonjakan kasus sejenis.

"Kami tak mau kecolongan seperti kasus di India. Ketika India berhasil menekan angka COVID-19, mereka langsung berpuas diri dan abai dengan protokol kesehatan," ujar Daud di Bandung Jawa Barat, Jumat 30 April 2021.

Menurutnya, berkaca dari kasus lonjakan di India karena abai terhadap protokol kesehatan COVID-19, menjadi penekanan bagi masyarakat untuk patuh terutama menghindari kerumunan.

"Jika tidak, bisa kita ketahui bersama India sangat mengkhawatirkan. Jadi harus tetap menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas dan terus menjaga imun tubuh," katanya.

Menurutnya, penanganan tracing di Jawa Barat untuk memetakan sebaran COVID-19 digelar masif.

"Saya sangat mengapresiasi kepada Labkes Prov Jabar yang selama ini begitu banyak membantu dalam penanganan COVID-19. Termasuk juga memperoleh data masyarakat yang terpapar virus dari mana saja. Sehingga membantu kita dalam penanganannya," katanya.

Terlebih petugas tracing terutama tenaga medis Labkes Jawa Barat bekerja 24 jam nonstop.

"Bahkan ketika harus pergi ke luar kota, mereka tak pernah mengeluh dan langsung bergerak cepat. Karena itulah sekali lagi saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pejuang di Labkes Jabar ini," katanya.

Seperti diketahui, sejak pandemi COVID-19 memasuki Indonesia, Labkes Jawa Barat disebut sebagai garda terdepan dalam penanganan khususnya di Jawa Barat. Terlebih sejak metode polymerase chain reaction (PCR) dinilai sebagai metode pendeteksi COVID-19 yang lebih akurat dibanding rapid test.

Metode ini dilakukan dengan pengambilan sampel lewat swab (usap) belakang tenggorokan atau saluran pernapasan lain. Sampel kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa menggunakan beberapa tahapan.

Sampel virus dari berbagai lokasi dikirim ke Balai Pengembangan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat. Berbagai tahap pemeriksaan mulai dari ekstraksi, real time PCR, hingga interpretasi dilakukan. Setelah verifikasi dan validasi, hasil dari sampel tersebut dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Jawa Barat baik yang positif maupun negatif.