Jabodetabek-Punjur, Calon Metropolitan Terbesar Kedua di Dunia

1 / 1

Jabodetabek-Punjur, Calon Metropolitan Terbesar Kedua di Dunia

RumahCom – Daerah Jabodetabek-Punjur merupakan salah satu global hub dari jejaring kota metropolitan terbesar dunia kedua setelah Tokyo, Jepang. Hal ini diungkapkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil.

 Sofyan menjelaskan, alasan kawasan tersebut menjadi metropolitan terbesar kedua di dunia adalah Jabodetabek-Punjur memiliki fungsi ekonomi yang besar dan memberi dampak pada dinamika kebutuhan ruang fisik dan sosial yang tinggi.

 Namun sayang, meski punya potensi besar, tapi kawasan Jabodetabek-Punjur sangat rentan terhadap penurunan kualitas lingkungan. Maka dari itu, perlu ada penanganan khusus untuk hal ini.

 Untuk mengatasi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur).

 Aturan ini sekaligus merevisi  Perpres Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur).

 “Perpres ini diresmikan oleh Presiden pada 13 April 2020, menggantikan Perpres No. 54 Tahun 2008,” ucap Sofyan dalam siaran pers, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

 Terbitnya Perpres Nomor 60 Tahun 2020 tersebut, kata Sofyan, dikarenakan Perpres sebelumnya memiliki kelemahan.

 Dalam Perpres tersebut, Pemerintah juga mengubah format kelembagaan koordinasi Kawasan Jabodetabek-Punjur. Ini sebagai bentuk upaya menyelesaikan isu strategis Kawasan Jabodetabek-Punjur secara optimal.

 “Sebelumnya, format kelembagaan diketuai oleh Gubernur secara bergilir, tetapi Pemerintah menilai akan lebih efektif jika diketuai oleh Menteri. Maka dalam Perpres Nomor 60 tahun 2020, kelembagaan ini diketuai oleh Menteri ATR/Kepala BPN,” tutur Sofyan.

 Sofyan melanjutkan, Wakil Ketua dari organisasi tersebut, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Perhubungan.

 Sementara anggotanya adalah Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, serta Bupati dan Wali Kota terkait.

 Yang menjadi Indikator berhasilnya Perpres ini adalah terselesaikannya isu yang menjadi inti substansi Perpres Nomor 60 Tahun 2020, misalnya upaya pengendalian banjir dan pemenuhan ketersediaan air baku.

 Lalu ada pula penanganan sampah dan sanitasi, antisipasi penurunan permukaan tanah dan pemenuhan kebutuhan ruang, mengatasi kemacetan, dan pengendalian pemanfaatan ruang dan pertanahan.

 Penataan ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur dapat mewujudkan Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur sebagai Kawasan Perkotaan, yang merupakan pusat kegiatan perekonomian berskala internasional, nasional, maupun regional, yang terintegrasi antara satu kawasan dan kawasan lainnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya Rumah