Jack Ma Rugi Bandar 4 Tahun Berturut-Turut Jalani Bisnis Ini

Raden Jihad Akbar, Fajria Anindya Utami
·Bacaan 2 menit

Unit bisnis hiburan milik Jack Ma, Alibaba Picture Group yang berfokus pada hiburan dan film yang menjadi sayap Alibaba Group, menambahkan tinta merahnya dengan melaporkan kerugian paruh pertama sebesar 162,1 juta yuan atau setara dengan Rp350 triliun (kurs Rp14.187/dolar) dalam enam bulan hingga September.

Dilansir dari Forbes di Jakarta, Jumat (20/11/2020) angka tersebut sejatinya masih lebih baik dibandingkan dengan kerugian paruh pertama 390,4 juta yuan selama periode yang sama tahun lalu. Pendapatan mereka turun 38% menjadi 926,7 juta yuan.

Baca juga: Negara Anggota G20 Was-was Utang Membengkak untuk Tangani COVID-19

"Perkembangan pandemi COVID-19 dan lingkungan makro yang selalu berubah telah membawa berbagai tantangan bagi keseluruhan operasi grup," ujar perusahaan.

Kerugian baru Alibaba Pictures mengikuti empat tahun sepanjang laporan tinta merah mereka. Sebagaimana diketahui, mereka telah kehilangan 1,15 miliar yuan untuk 12 bulan yang berakhir Maret 2020, 253,6 juta yuan pada tahun yang berakhir pada 31 Maret 2019, 1,8 miliar yuan untuk 15 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2018, dan 958,6 juta yuan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2016.

Pada tahun 2015, mereka menghasilkan 466 juta yuan tetapi kehilangan 415 juta yuan pada tahun 2014. Secara keseluruhan, total kerugian mereka telah lebih dari setara dengan USD580 juta atau Rp8,2 triliun selama periode tersebut.

Alibaba Group, yang pendiri utamanya adalah miliarder Jack Ma, membuat dorongan besar ke industri hiburan pada tahun 2014 tepat sebelum IPO rekor dunia di Bursa Efek New York.

Alibaba Group membeli 60% saham di ChinaVision Media Group yang merupakan produser konten program dan media yang terdaftar di Hong Kong, seharga USD805 juta dengan harga 0,50 dolar Hong Kong per saham pada Juni 2014.

Sahamnya meningkat tiga kali lipat sehubungan dengan pengumuman tersebut, dan ChinaVision berubah namanya menjadi Alibaba Pictures. Saham mereka juga telah mencapai puncaknya pada 4,9 dolar Hong Kong pada tahun 2015 dan ditutup pada 1,02 dolar Hong Kong pada hari Kamis. Namun, perusahaan telah kehilangan seperlima nilainya dalam satu tahun terakhir.

Alibaba Group yang merupakan pemimpin e-commerce yang kuat di China serta bisnisnya mencakup keuangan, logistik, dan supermarket ini memiliki setengah dari Alibaba Pictures.