Jackie Chan Warisi Istri dan Amal Rp 2,7 Triliun  

TEMPO.CO, Hong Kong - Bintang film asal Hong Kong Jackie Chan mewariskan semua kekayaannya untuk kegiatan amal juga untuk istrinya, Joan Lin. Alasannya, istrinya, Lin, tetap mendampinginya meski Jackie punya anak dari aktris Elaine Ng.

Jackie memiliki harta senilai HK$ 2,2 miliar atau setara Rp 2,7 triliun. Dia menikahi Joan Lin sejak tahun 1982. Ia menyembunyikan status pernikahannya itu dari media. Tujuh belas tahun kemudian, aktris Elaine Ng melahirkan anak perempuan, yang diakui sebagai anak biologis Jackie.

Meski begitu, Jackie mengaku tak ingin mengenal lebih jauh anak perempuannya yang bernama Etta itu. "Tidak ada gunanya kalau aku mengenalnya sekarang," kata dia, yang tidak akan memasukkan nama Etta ke dalam surat wasiatnya, dalam sebuah wawancara kepada media Hong Kong, seperti yang dikutip oleh Channelnewsasia, 10 Desember 2012.

Anak laki-lakinya, Jaycee Chan, pun tak mendapat warisan apa pun. Jackie berharap anak laki-lakinya itu bisa menghasilkan duit sendiri. "Jika dia mampu, dia bisa mencari uang sendiri. Jika tidak, ia hanya akan menghabiskan uang saja," kata dia tahun lalu dalam sebuah penghargaan di Beijing.

Jackie Chan merupakan bintang film Asia yang diakui di Amerika lewat perannya dalam beberapa film, seperti Rumble in The Bronx, Rush Hours, Shanghai Knights, The Karate Kid, dan Who am I?. Jackie diabadikan namanya di Hollywood Walk of Fame. Saat ini, ia mempromosikan film terbarunya, Chinese Zodiac.

DEWI RETNO

Berita Terpopuler

Reza Rahardian Dambakan Istri seperti Ainun

Shigeru Abe Anggap Yogya Nyaman bagi Seniman

Seniman Malaysia Pamerkan Bunga Mawar di Yogya

Seniman Asia dan Eropa Pamer Karya di Museum Yogya




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.