Jacksen Tiago Ceritakan Pengalamannya Saat Jadi Pelatih Timnas Indonesia

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Sosok Jacksen Tiago sangat kental mewarnai perjalanan Liga Indonesia baik sebagai pemain dan pelatih. Selain sukses meraih trofi juara, Jacksen juga pernah ditunjuk menangani tim nasional Indonesia.

Kini, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di Surabaya, tepatnya berdomisili bersama sang istri, Nadira Bajamal yang telah memberikannya dua anak laki-laki, Hugo dan Diego.

Dalam channel Youtube Sportmagz TV, Jacksen Tiago mengaku beruntung dan senang bisa melahirkan serta memaksimalkan potensi pemain lokal baik ketika menangani klub mau pun di timnas.

Terkait skuad Garuda, Jacksen menyimpan kenangan tersendiri saat menjadi pelatih Timnas Indonesia pada periode 2013. Meski tak lama bersama timnas, Jacksen mampu melakukan sejumlah terobosan yang mencuatkan sejumlah nama pemain.

Di antaranya Achmad Jufriyanto, stoper yang bermain baik sebagai gelandang bertahan. Ia juga memasukkan nama-nama baru seperti Slamet Nurcahyo dan M. Taufiq yang sebelumnya lebih dikenal di klub masing-masing.

"Saya juga bangga karena menjadi pelatih pertama yang memberi kesempatan kepada mendiang Choirul Huda menjadi bagian dari Timnas Indonesia," kenang Jacksen.

Menurut Jacksen, sejatinya, saat menangani Timnas Indonesia, penampilan timnya menunjukkan perkembangan yang baik dari hari ke hari. Diakuinya secara hasil memang tidak menggembirakan.

Tapi, kalau dirunut secara detail sejak persiapan, hasil yang digapainya timnya terbilang wajar. Di mana tiga kekalahan awal yang dialami Indonesia karena menghadapi tim kuat seperti timnas Belanda, Arsenal dan Liverpol yang level permainannya lebih di atas.

Buktinya, ketika mengadapi Filipina yang dihuni pemain naturalisai serta Kirgystan, Timnas Indonesia memenangkan pertandingan. Begitu pun ketika timnas menjamu Cina pada kualifikasi Piala Dunia 2014 di Stadion Gelora Bung Karno.

Meski tanpa disaksikan langsung suporter Indonesia, Indonesia mampu bermain imbang 1-1 dengan sang tamu. Skuat Jacksen pun hanya kalah 0-1 saat bertandang di markas Cina.

"Saya tidak punya banyak waktu dan kesempatan membangun tim. Tapi, saya yakin, andai tim ini dipertahankan, Indonesia bisa berprestasi di Piala AFF 2014," terang Jacksen yang perannya digantikankan oleh Alfred Riedl.

Cinta Indonesia

Jacksen Tiago saat menjadi pelatih Timnas Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Jacksen Tiago saat menjadi pelatih Timnas Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Meski masih berstatus warga negara Brasil, Jacksen Tiago mengaku sangat mencintai Indonesia, tempatnya berkarier sebagai pemain dan pelatih sejak 1994.

"Saya memang adalah orang Brasil. Tapi, umur saya lebih banyak dihabiskan di Indonesia dan saya sudah memutuskan tinggal lebih lama di sini," ujar pria kelahiran Rio de Janeiro, 28 Mei 1968 ini.

Jacksen pun menjadikan sepak bola Indonesia bagian dari kehidupannya. Itulah mengapa Jacksen memiliki penilaian tersendiri terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia. Di mata Jacksen, sepak bola seperti berjalan ditempat sementara negara lain melangkah maju.

Menurut Jacksen, sepak bola Indonesia hanya sekadar hiburan. Bukan profesi apalagi industri. "Sepak bola Indonesia sulit berkembang sepanjang faktor di luar sepak bola itu sendiri masih berpengaruh kuat," tegas Jaksen.

Jacksen merujuk kompetisi Indonesia yang terus tertunda tanpa kepastian jadwal. Sebagai pelatih, Jacksen enggan berkomentar banyak di luar teknis. Ia hanya mengambil contoh berbagai negara yang tetap menggelar kompetisi ditengah pandemi COVID-19.

"Kompetisi di Amerika Serikat dan Brasil juga tetap jalan meski ada Pemilu. Tapi, sudahlah bukan wewenang saya untuk berkomentar lebih jauh," papar Jakcsen.

Sumber: Channel Youtube Sportmagz TV

Saksikan Video Pilihan Kami: