Jacob’s Ladder: Aku Halu dan Dibayangi Arwah Adikku yang Tewas Setahun Lalu

Liputan6.com, Jakarta - Film berjudul Jacob’s Ladder pernah diproduksi oleh pekerja seni Hollywood, khususnya pada tahun 1990. Jacob's Ladder 1990 menempatkan aktor peraih Oscar Tim Robbin dan Elizabeth Pena.

Versi 1990 ini mendapat kritik positif. Jacob’s Ladder versi ini menampilkan Tim sebagai Jacob, veteran perang Vietnam yang berupaya melawan masa lalu dan melanjutkan hidup. Nyaris dua dekade berselang, Jacob’s Ladder dibuat lagi.

Versi sineas David M. Rosenthal menampilkan Jacob sebagai dokter militer yang menangani kesehatan para tentara AS di Afganistan. Tentu dengan kecanggihan teknologi, kita berharap Jacob’s Ladder versi 2019 lebih mentereng.

Seorang Tentara Berlumur Darah

Michael Ealy sebagai Jacob Singer. (Foto: IMDb/ LD Entertainment)

Suatu hari, Jacob Singer (Michael) dan tim medis mendapati seorang tentara berlumur darah dengan luka sobek di bagian dada kiri. Tindakan bedah ditempuh. Tentara ini tidak tertolong. Jacob shock berat mendapati bandul kalung sang tentara bertuliskan Isaac Singer (Jesse).

Isaac yang adalah adik kandung Jacob akhirnya dimakamkan. Setahun berlalu, Jacob menikahi Samantha (Nicole). Keduanya dikaruniai bayi laki-laki. Usai praktik di Rumah Sakit Veteran Georgia Atlanta, Jacob pulang. Kala itu hujan deras turun. Di jalan, ia bertemu Paul (Joseph).

Paul yang ternyata operator tim Isaac di Afganistan, memberi tahu Jacob bahwa adiknya masih hidup. Ia berada di terowongan bawah tanah stasiun kota. Mendengar kabar konyol ini, Jacob tak serta merta percaya. Apalagi, Paul kemudian menghilang begitu saja.

Sejak itu, Jacob kerap menemukan keanehan di sekitarnya. Dari suara-suara asing yang melintas di kuping, dikejar pembunuh, hingga melihat bayangan laki-laki di tangga rumahnya. Jacob mencari petunjuk dengan bantuan sahabatnya, Hoffman (Guy).

Memompa Detak Jantung

Salah satu adegan film Jacob's Ladder. (Foto: IMDb/ LD Entertainment)

Dikemas sebagai thriller, Jacob’s Ladder versi kekinian relatif mencekam. Ada beberapa adegan yang efektif memompa detak jantung. Salah satunya, kala Jacob bertemu veteran tua di lorong rumah sakit. Pria tua ini meminta tolong lalu Jacob mengantarnya ke sebuah bilik. Tada! Sesuatu pun terjadi.

Dalam thriller, haram hukumnya memercayai salah satu tokoh baik utama maupun pendukung. Karenanya kami tak menyarankan Anda berharap pada salah satu atau salah dua karakter di Jacob’s Ladder.

 

Sinematografi Bergaya

Salah satu adegan film Jacob's Ladder. (Foto: IMDb/ LD Entertainment)

Dari aspek sinematografi, film ini lumayan bergaya. High angle di awal film, saat mayat seorang pria yang tewas di tangga diseret oknum terasa indah sekaligus dramatis. Begitu pula pertemuan pertama Jacob dan Paul berlatar langit mendung yang menangis. Kesan puitis sekaligus misterius menguat.

Dari departemen akting, Jesse mencuri perhatian. Transformasinya dari kumal dan berjenggot berikut air muka depresi menjadi pria perlente di segmen tertentu terbilang apik. Perubahan fisik Jesse sekaligus menandai pergeseran posisi tokoh Isaac di struktur cerita.

 

Akting Jesse Curi Perhatian

Jesse Williams sebagai Isaac Singer. (Foto: IMDb/ LD Entertainment)

Meski demikian, film ini menyisakan sejumlah ganjalan sekaligus catatan kritis. Pertama, naskah yang menurut kami campur aduk. Kurang fokus karena memiliki banyak titik dari konflik kejiwaan, cinta segitiga, hingga perang berbasis sejarah.

Peralihan konflik kurang mulus sehingga sejumlah adegan terkesan ujug-ujug. Kedua, beberapa karakter pendukung yang tak berkembang. Akhirnya hanya muncul “sambil lalu.” Dari pria berambut gondrong terduga distributor obat hingga sejumlah penampakan yang tak berfungsi optimal.

Beberapa penampakan ini sekadar menakut-nakuti penonton. Kontribusinya ke alur utama kurang nampol, mohon maaf. Ketiga, babak akhir film ini relatif mudah ditebak. Terkesan mudah saja mengingat sejak awal ada proses yang mestinya sulit tapi disederhakan.

Bandingkan Dengan Versi 1990

Salah satu adegan film Jacob's Ladder. (Foto: IMDb/ LD Entertainment)

Kita bisa membayangkan bagaimana babak akhir ini dieksekusi. Dari sini tampak jelas bahwa versi 2019 tak lebih baik dari 1990. Jacob’s Ladder sebagai thriller justru kuat di elemen drama yang lengkap dengan rentetat kilas balik. Yang berharap beroleh sensasi olahraga jantung jelas kecewa.

Untungnya durasi ringkas. Yang sedang gabut usai work from home bisa menjadikan Jacob’s Ladder selingan di kala senggang. Patut disayangkan, hasil akhir Jacob’s Ladder terasa tanggung. Padahal, pembuatan film ini melewati jalan panjang sekitar 6 tahun.

Pada 2013, berembus kabar Jeff Buhler dipinang rumah produksi LD Entertainment untuk merancang alur Jacob’s Ladder. Sejak awal, Jacob’s Ladder yang baru digadang-gadang tak punya “hubungan darah” dengan versi klasik.

Jadwal Tayang Mundur

Salah satu adegan film Jacob's Ladder. (Foto: IMDb/ LD Entertainment)

Sineas James Foley yang kita kenal lewart film Glengarry Glen Ross, Perfect Stanger, dan serial House of Cards semula didapuk untuk menahkodai proyek ini. Maret 2016, James resmi diganti David. Di bulan yang sama, Michael Ealy teken kontrak sebagai pemeran utama. Sebulan kemudian, Jesse bergabung.

Dijadwalkan rilis pada 1 Februari 2019, film ini mundur tayang hingga Juli 2019. Di Indonesia, Anda bisa menonton Jacob's Ladder via aplikasi KlikFilm. KlikFilm bisa diunduh via IOS dan Google Play Store. Anda juga bisa mengunjungi situs resminya untuk kangen-kangenan dengan Michael Ealy dan Jesse Williams yang ganteng.

 

 

Pemain: Michael Ealy, Jesse Williams, Nicole Beharie, Guy Burnet, Joseph Sikora, Ritchie Coster, Pruitt Taylor Vince

Produser: Will Packer, Mickey Liddell, Michael J. Gaeta, Jennifer Monroe, Alison R. Rosenzweig, Pete Shilaimon

Sutradara: David M. Rosenthal

Penulis: Jeff Buhler, Sarah Thorp

Produksi:

Durasi: 1 jam, 29 menit