Jadi Caleg, Anggota DPRD dari Parpol Tak Lolos Verifikasi Harus Mundur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Penerapan Parliament Threshold 3,5 persen hanya berlaku di DPR dan tidak sampai ke DPRD, maka anggota DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota yang aktif saat ini dari berbagai partai politik dan bukan parpol peserta Pemilu 2014, harus mengundurkan diri jika ingin menjadi calon anggota legislatif (Caleg) pada Pemilu 2014.

"Jika para anggota DPRD dari parpol nonpeserta Pemilu 2014 tidak mengundurkan diri, maka mereka tidak berhak maju menjadi Caleg pada Pemilu 2014," tegas anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H Irmadi Lubis kepada wartawan, Rabu (30/1/2013) di Jakarta.

Menyangkut keberadaan para anggota DPRD dari parpol nonpeserta Pemilu 2014 ini, menurut Irmadi Lubis, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu harus segera membuat aturan terkait pencalegan anggota DPRD, Provinsi, Kabupaten dan Kota dari parpol nonpeserta Pemilu 2014.

Menurut Irmadi, anggota DPRD dari parpol nonpeserta harus mengundurkan diri sebelum mengajukan diri maju sebagai Caleg, yang tentu dari parpol peserta Pemilu 2014 diamanatkan dalam UU No 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.

Didalam Bab VII tentang Keanggotaan dan Kedaulatan anggota pasal 16 ayat 1 Anggota Parpol diberhentikan keanggotannya dari Parpol, disamping meninggal dunia, mengundurkan diri secara tertulis, menjadi anggota Parpol lain; atau melanggar AD dan ART.

Maka pada ayat 3 ditegaskan dalam hal anggota parpol yang diberhentikan adalah anggota lembaga perwakilan rakyat, pemberhentian dari keanggotaan Parpol diikuti dengan pemberhentian dari keanggotaan di lembaga perwakilan rakyat sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.

"Jadi anggota DPRD dari parpol nonpeserta Pemilu 2014 yang ingin maju lagi sebagai caleg di Pemilu 2014, harus mengundurkan diri dari keanggotaaan parpol diikuti dengan pemberhentian dari keanggotaan dilembaga rakyat sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tegas Irmadi Lubis.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.