Jadi IPO Terbesar Ke-5 dalam Sejarah BEI, Blibli Raup Rp8 Triliun dari Bursa Saham

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Global Digital Tbk atau Blibli resmi mendaftar perusahaan tercatat di bursa efek Indonesia pada hari ini Selasa (8/11). Saham yang akan diperdagangkan dengan kode BELI dan harga perdana sebesar Rp450 per saham.

CEO PT Global Digital Niaga Tbk, Kusumo Martanto mengatakan, Blibli mendapatkan respon yang sangat positif dari investor, institusi, ritek dan individu. Dana yang digalang oleh Blibli sebesar Rp8 triliun dengan kapitalisasi pasar setara dengan Rp53 triliun.

Kusumo menerangkan IPO tersebut merupakan internet unicorn pertama sejak bulan Mei 2022 di Asia Pasifik. Serta merupakan satu dari lima IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal di Indonesia.

Dia pun mengungkapkan pada penggunaan dana IPO akan digunakan untuk pembayaran atau pelunasan utang serta modal belanja

"Seperti yang disampaikan dalam perspektif penggunaan dana ipo akan digunakan untuk pelunasan utang dan modal belanja," ujar Kusumo, dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (8/11).

Antusias investor berhasil mencatatkan tingkat kelebihan permintaan yang mencapai 4,4 kali lipat pada penjatahan terpusat, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah alokasi penjatahan terpusat dari 2,5 persen menjadi 5 persen dari keseluruhan jumlah penawaran.

"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kami sejak hari pertama proses IPO, mulai dari penjamin pelaksana dan penjamin emisi efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, regulator, serta karyawan kami," tambahnya.

Tips Hadapi Resesi

Tahun 2023 diramalkan akan menjadi tahun yang gelap atau tahun di mana resesi ekonomi global akan terjadi. Segala upaya dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi ancaman tersebut, khususnya ke Indonesia.

Resesi ekonomi global tentu akan dirasakan seluruh negara yang ada di dunia, termasuk semua perusahaan dengan model bisnis apapun tentu akan mendapatkan dampak dari resesi tersebut

Kendati begitu, menurut Ceo Tiket.com George Hendrata, resesi di Indonesia lumayan beruntung. Pasalnya dilihat dari surplus komoditi yang ada di Indonesia sendiri.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III mencapai 5,7 persen, dan terlihat juga dari daya beli masyarakat yang semakin meningkat secara signifikan.

"Saya lihat resesi ini Indonesia lumayan beruntung karena kita mendapat surplus dari komoditi. Kelihatan daya beli masyarakat masih bagus dan juga pemerintah sangat baik untuk bisa membantu supaya harga bahan baku tidak naik banyak," ujar George, dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (8/11).

Dia pun menerangkan, pihaknya sangat optimis pada tahun 2023 walaupun ada ancaman resesi. Terlihat dari model bisnis Blibli akan sangat baik. Oleh karena itu pihaknya akan terus memperhatikan efisiensi sepanjang 3 tahun terakhir.

"Efisiensi kita terus membaik double digit margin dan ini kita yakin, bahwa ke depannya kita bisa melayani pelanggan dengan lebih baik lagi tentunya dengan lebih efisien maka segala masalah logistik akan bisa sampai dengan cepat dan juga dengan harga yang sangat efektif. Jadi kita ready untuk menyongsong masa depan yang lebih baik lagi untuk Blibli, Tiket.com, dan Ranch Market," terang dia. [idr]