Jadi juara umum panjat tebing PON, pelatih Jatim tetap ingin seleknas

·Bacaan 2 menit

Pelatih tim panjat tebing Jawa Timur Danu Iswara ingin Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pusat tetap mengadakan seleksi nasional (seleknas) kendati timnya sudah menjadi juara umum pada kejuaraan panjat tebing Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

"Walaupun hasil PON ini bisa jadi patokan, baiknya tetap ada Seleknas, biar semua provinsi juga bisa ikut lagi. Karena pasti kan ada perkembangan setelah PON ini," kata Danu saat ditemui di area tribun Arena Panjat Tebing SP2 Mimika, Papua, Jumat.

Menurut Danu, agenda internasional yang terdekat yakni kejuaraan IFSC World Cup di Bali pada September masih cukup lama waktunya.

Selain itu, sejak adanya pandemi COVID-19, kompetisi antara atlet sudah tidak ada. Karena itu seleknas menjadi agenda yang mesti ada untuk pemantauan perkembangan atlet dari setiap provinsi.

Apalagi atlet Jawa Timur yang saat ini ada di pemusatan latihan nasional (pelatnas) hanya atlet-atlet dari nomor speed saja.

Baca juga: Jawa Timur pimpin klasemen perolehan medali panjat tebing

"Tapi kami menunggu dari Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia akan mengadakan seleksi nasional apa enggak," kata Danu.

Jadi hampir tiga tahun lebih kami berlatih yang memang berjenjang. KONI Jatim ada empat pilar program (pelatihan), ada pilar kesehatan, gizi, psikologi, dan fisik. Itu yang mendukung perkembangan kontingen kami sehingga jalannya pemusatan latihan daerah menjadi bagus," kata Danu.

Selain itu, kata Danu, dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga bagus sekali buat memotivasi para atlet yang akan bertanding di PON Papua.

Sehingga para atlet bisa menjawab target realistis maupun target optimistis yang diberikan oleh Pemprov Jatim.

Baca juga: Jatim jadi juara umum panjat tebing berkat digenjot latihan tiga tahun

"Dukungan dari Pemerintah Provinsi juga bagus sekali," kata Danu.

Adapun target realistis Jawa Timur adalah lima medali emas, sedangkan target optimistisnya enam medali emas.

Danu mengatakan target realistis muncul belakangan karena adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan Jatim buta kekuatan lawan.

Namun kedua target itu sama-sama bisa tercapai oleh Jawa Timur, yang pada pagelaran PON Papua kali ini berhasil meraih enam medali emas, lima perak, dan tiga perunggu.

Baca juga: Tim juara umum panjat tebing PON Papua diisi atlet usia 20-31 tahun
Baca juga: Pesan damai untuk Papua lewat tari penutupan panjat tebing PON XX
Baca juga: KONI ingin rawat arena panjat tebing di Mimika bersama Pemda dan FPTI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel