Jadi Kado HUT RI, Kereta Bandara YIA Ditarget Beroperasi Komersial di Agustus 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kereta Bandara Yogyakarta International Airport atau Kereta Bandara YIA ditargetkan beroperasi secara komersial pada Agustus 2021.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian mengatakan ini akan menjadi kado bagi perayaan HUT Indonesia ke-76 tahun.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Kemenhub Heru Wisnu Prabowo menjelaskan, saat ini progres kontruksi Kereta Bandara YIA telah mencapai 86,04 persen.

Secara proyeksi, Heru melanjutkan, penyelesaian kontruksi diharapkan selesai pada Juli 2021. Sehingga pada akhir Juli dan awal Agustus dapat dilakukan uji coba operasional.

"Kemudian akhir Juli kita akan lakukan tes dan commisioning. Awal Agustus kita akan uji coba. Rencananya hadiah kemerdekaan kita operasikan komersial," ujarnya di Yogyakarta, Selasa (6/4/2021).

Heru memaparkan, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan biaya APBN sekitar Rp 1,1 triliun untuk proyek kereta bandara yang dibayarkan secara tahun jamak atau multiyears contract.

Konstruksi Kereta Bandara

Penumpang berjalan dalam Kereta Bandara Premium di Stasiun Manggarai, Jakarta, Sabtu (3/4/2021). Harga tiket Kereta Bandara Premium lebih murah dari kelas eksekutif yang dipatok Rp 70 ribu. (merdeka.com/Imam Buhori)
Penumpang berjalan dalam Kereta Bandara Premium di Stasiun Manggarai, Jakarta, Sabtu (3/4/2021). Harga tiket Kereta Bandara Premium lebih murah dari kelas eksekutif yang dipatok Rp 70 ribu. (merdeka.com/Imam Buhori)

Dalam konstruksinya, Kemenhub hanya membangun jalur kereta baru sepanjang 5,4 km. Sedangkan sisanya menggunakan jalur eksisting menuju Stasiun Tugu, Yogyakarta.

"Jadi Akan menghubungkan tiga dari Stasiun Tugu ke Stasiun Solo Balapan. Operasi akan di Agustus tahun ini. Sebenarnya kontraknya sampai Desember, tapi sesuai arahan Menteri (Perhubungan, Budi Karya Sumadi) kita harus cepat melayani," ungkapnya.

Dalam pengoperasian Kereta Bandara YIA, Heru menambahkan, Kemen PU ub saat ini telah menyiapkan empat rangkaian armada berupa Kereta Api Diesel Elektrik (KRDE).

"Untuk tarif kami menghitung, tapi kita merencanakan paling mahal Rp 25 ribu per penumpang," pungkas Heru.

Saksikan Video Ini