Jadi Ketua Umum PBSI, Agung Ingin Bangun Sport Industri Bulutangkis

Ridho Permana
·Bacaan 2 menit

VIVAAgung Firman Sampurna resmi ditetapkan menjadi Ketua Umum PP PBSI masa bakti 2020-2024. Agung merupakan calon tunggal ketua umum PP PBSI dengan total 23 surat dukungan pengurus provinsi (pengprov).

Agung menggantikan Wiranto yang sudah meletakkan jabatannya sebagai Ketua Umum PBSI masa bakti 2016-2020. Jadi nahkoda baru membuatnya punya mimpi untuk mengembangkan cabor bulutangkis nasional.

Baca juga: Mengenal Sosok Agung Firman Sampurna, Calon Tunggal Ketua Umum PBSI

Salah satu visinya adalah membangun kerja sama erat dengan pihak swasta dalam membangun sports industri untuk kemandirian bulutangkis nasional.

Agung menyatakan dukungan dan kerja sama dengan wasta sangat penting bagi pengembangan olahraga. Oleh sebab itu, Agung ingin memberikan ruang yang lebih bagi pihak swasta dalam hal sponsorship maupun pengembangan bulutangkis.

"Salah satu misi yang ingin dicapai adalah peningkatan prestasi bulutangkis dengan kolaborasi kemitraan yang dilandasi rasa hormat," ucap Agung dalam munas PBSI 2020, di Hotel JHL, Serpong, Tangerang, Jumat 6 November 2020.

Agung menjelaskan, pihak swasta dipersilahkan untuk masuk dan terlibat secara aktif dalam berkolaborasi dengan PBSI dengan pengelolaan bersama. Menurutnya, masing-masing pihak memiliki paran yang saling menghormati satu sama lain.

Agung berjanji akan mendorong peran swasta yang lebih baik, dengan didukung sejumlah program. Seperti pemutakhiran tata kelola keuangan agar lebih transparan, akuntabilitas yang mendukung pengelolaan olahraga bulutangkis.

Untuk itu pelibatan pemutakhiran ini tidak hanya terbatas di pusat, melainkan hingga ke tingkat PBSI Provinsi. Agung menilai penting memberdayakan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Adapun program lainnya adalah pemutakhiran sistem sponsor dan dukungan finansial. Ini dipandang penting untuk kemandirian dari olahraga bulutangkis.

"Dengan program ini akan berikan ruang PBSI seperti pendanaan kemandirian finansial sehingga dikelola secara profesional. Untuk itu penting adanya inovasi yang menuju sport entertaiment industry," jelas Agung.

Tak hanya itu, terkait adanya anggapan soal tidak diperbolehkannya rangkap jabatan di organisasi yang dibiayai oleh Pemerintah, Agung Firman mengatakan dirinya tak akan terlibat dalam urusan mengelola keuangan.
Nantinya, soal anggaran di tubuh PBSI akan diserahkan kepada Manajer Eksekutif. “Pendanaan juga dikawal oleh auditor yang dipilih oleh pihak sponsor,” ucapnya.

Selain itu, program lainnya yang menjadi perhatian Agung terkait pemutakhiran sistem rekrutmen atlet, pengelolaan pelatihan, rekrutmen pelatih dan pengelolaan kompetisi.

Ke depannya Agung berharap adanya pengembangan dan pembinaan klub bulu tangkis serta inovasi kekinian guna memperluas partisipasi masyarakat untuk pengembangan bulutangkis.