Jadi Ketum Asosiasi Industri Kendaraan Listrik, Ini Harapan Moeldoko

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyambut baik kehadiran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang dikembangkan oleh BPPT dan PT Pertamina. Menurut Moeldoko, eksositem industri kendaraan listrik perlu mendapat dukungan.

Sebab banyak orang yang ingin membeli kendaraan bermotor listrik tentu kerap kali bertanya-tanya di mana tempat pengisian baterai jika mereka membeli tunggangannya.

"Bahwa isu tentang SPKLU ini selalu muncul pada setiap saat kita bertemu. Ekosistem yang lain menjadi sub-nya adalah pengguna. Kalau bisa membeli motor ini di mana kami charging. Perbankan juga begitu, waktu itu kumpul. sama isunya," kata Moeldoko saat memberikan sambutan pada peluncuran SPKLU di MT Haryono dan Lenteng Agung, secara virtual, Kamis 5 Agustus 2021.

Baca Juga: Ini Orang Terkaya Baru di Indonesia yang Muncul di Tengah Pandemi

Moelodoko lantas bercerita. 25 April lalu, dirinya juga ditunjuk sebagai Ketua Umum Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo). Tentu wadah yang baru berdiri bukan hal yang mudah. Sebagaimana memulai sesuatu yang baru di Indonesia, banyak hal perlu dipikirkan.

Untungnya, kata Moeldoko, semua pihak mendukung. Dan itu sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotoro Listrik Berbasis Baterai.

"Kita harus bekerja keras," kata mantan Panglima TNI tersebut.

"Periklindo mendukung percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai," sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mendukung penciptaan ekosistem serta model bisnis yang baru untuk industri energi baru terbarukan (EBT).

Menurut Laksana, membangun ekosistem, terutama guna mendukung produksi kendaran listrik telah dilakukan oleh para periset. Dan ini, kata dia, telah didukung juga oleh PT Pertamina (Persero).

"Peluncuran SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum) ini merupakan awal yang bagus bagaimana kita bisa menciptakan ekosistem dan juga model bisnis yang baru terkait energi baru terbarukan yang menjadi keinginan kita bersama untuk mencapai tahun 2025 sebanyak 23 persen bauran energi," kata dia dalam acara virtual peluncuran SPKLU di Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021.

Kata Handoko, para periset di BPPT maupun di BRIN, secara umum dirinya melaporkan sudah banyak mengembangkan riset dan inovasi terkait dengan sejumlah sumber energi.

Terlebih lagi saat ini, energi baru dan terbarukan amat penting karena ke depannya pemerintah memerhatikan betul energi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan.

Sekadar diketahui, peluncuran SPKLU MT Haryono dan Lenteng Agung yang dilakukan pada hari ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan PT Pertamina.

"Ini tentu tidak mudah karena apakah kita harus mengubah seluruh kendaraan bermotor yang internal combustion engine dengan listrik, ya tentu itu bukan suatu hal yang mudah. Karena kita akui secara teknologi memang masih ada beberapa kendala, dan ini dialami semua negara secara global khususnya terkait dengan baterai," ujar Handoko.

Di luar riset dan inovasi, kata Handoko, perlu juga mendukung penciptaan model bisnis baru yang bisa memberikan manfaat bagi semua pihak di tengah keterbatasan teknologi.

Untuk mendukung terciptanya model bisnis tersebut, BRIN membuka berbagai opsi dengan sejumlah mitra strategis seperti Pertamina yang sudah memiliki jejaring, lokasi dan juga pasar.

Menurut Ahli Fisika ini, mengenai model bisnis harus didiskusikan lebih tajam ke depannya. Sebab, ke depan jika model bisnis berjalan, maka mendorong riset dan inovasi tidak terpaku hanya baterai sebagai tempat penyimpanan. Tapi mengambil peran utama dari sistem yang akan dibangun, dari hulu ke hilir.

"Bagaimana Pertamina juga bisa bersama-sama BRIN dan tentu mungkin juga PLN me-redesign model bisnis baru terkait kendaraan listrik dan juga infrastruktur pendukungnya khususnya SPKLU," ujar Handoko.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel