Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Dinilai Tak Perlu Mundur dari KSP

Syahrul Ansyari
·Bacaan 2 menit

VIVA - Sejumlah relawan pro Jokowi menilai Kepala Staf Presiden, Moeldoko, tak mundur dari jabatannya usai terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Alasannya, Moeldoko dianggap sangat penting karena berani pasang badan ketika Jokowi menghadapi masalah.

“Iya penting (peran Moeldoko)," kata Sekjen Komite Rakyat Nasional (Kornas Jokowi), Akhrom Saleh, ketika dihubungi, Jumat, 12 Maret 2021.

Akrom menuturkan Presiden Jokowi perlu orang-orang yang memiliki karakter seperti Moeldoko yang berani pasang badan dan jadi benteng bagi dirinya. Apalagi, pasca pilpres telah terbukti tiga orang penjaga Iistana seperti Pratikno (Mensetneg), Pramono Anung (Setkab) dan Moeldoko tidak tergantikan posisinya.

Baca juga: Jhoni Allen Sebut Moeldoko Diminta Kader Demokrat Lawan Dinasti SBY

Dia mengatakan jabatan Moeldoko sebagai Kepala KSP tidak perlu diganti karena tidak berbeda dengan ketua umum partai lainnya yang berada di Kabinet Indonesia Maju saat ini.

“Konkretnya banyak sejuta permasalahan yang datang ke KSP setiap harinya. Jika tidak memiliki karakter seperti Pak Moeldoko pasti mengalami kesulitan, bahkan bisa-bisa mundur,” kata Akhrom.

Selain itu, lanjutnya, Moeldoko malah perlu diapresiasi karena sudah tiga tahun terbukti mengawal program prioritas Jokowi. Menurutnya, ia mengawal program Reforma Agraria Jokowi yakni adanya Tim Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Penguatan Kebijakan Program Reforma Agraria.

"Saya kira itu sangat nyata langkah tepat Pak Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan dalam mengawal program prioritas Presiden Jokowi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Sekretariat Bersama Jokowi, Bayutammi Sammy Amalia, mengatakan bahwa keputusan mundur atau tidaknya Moeldoko merupakan hak prerogatif presiden. Namun menurutnya, Moeldoko tidak perlu mundur dari jabatan KSP.

“Selama ini kita mengetahui Pak Moeldoko dengan segenap jiwa raga membantu pemerintah, khususnya presiden. Beliau selalu siap untuk menjadi bemper dan garda terdepan membela Presiden Jokowi, dan kita tahu sekali bahwa kinerja Pak Moeldoko selalu menjalankan visi presiden yang merupakan bagian paling penting untuk menyukseskan program pemerintah,” kata Bayutammi.

Menurutnya, rakyat butuh para menteri beserta para jajarannya untuk satu visi dengan presiden. Sehingga slogan Indonesia Maju bukan hanya sekedar slogan tetapi dapat terwujud dengan percepatan dan pemerataan keadilan untuk bangsa ini, dan mimpi Indonesia untuk menjadi negara yang terdepan di dunia bisa terwujud.

Sebelumnya, salah satu kelompok relawan Jokowi, Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), menyarankan agar Moeldoko mundur dari jabatan Kepala KSP agar bisa fokus menangani konflik politik setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Ia pun menilai rangkap jabatan Moeldoko sebagai Kepala KSP dan Ketua Umum Partai Demokrat berbeda dengan Airlangga Hartarto yang menjabat Ketua Umum Golkar sekaligus Menko Perekonomian, atau Soeharso Monoarfa yang kini menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Ketua Umum PPP.