Jadi Korban All England, Gadis Cantik Turki Punya Mimpi ke Olimpiade

Ridho Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Nama Neslihan Yigit ikut terseret atas didepaknya tim bulutangkis Indonesia dari BWF World Tour Super 1000 All Engand Open 2021.

Ia akhirnya menjadi korban dan walkout dari turnamen tersebut. Selain itu wajib isolasi berdasarkan tracking National Health Service (NHS) atau otoritas kesehatan Inggris karena sempat berada satu pesawat bareng Indonesia dan penumpang yang terindikasi positif COVID-19.

Lantas seperti apa sepakterjang Neslihan? Dua edisi BWF World Tour Super 1000 Thailand Open telah berlangsung sepanjang Januari, ia pun mencuri perhatian.

Neslihan berhasil melaju hingga perempatfinal di Thailand Open II. Pebulutangkis berparas cantik ini menaklukkan Sabrina Jaquet (Swiss) dan Yvonne Li (Jerman).

Langkah Neslihan baru terhenti di perempatfinal saat bertemu maharatu bulutangkis dunia, Carolina Marin. Pemain 26 tahun ini takluk dua game langsung dari wakil Spanyol tersebut, 6-21 dan 15-21.

Neslihan juga pernah mencuri perhatian di ajang Islamic Solidarity Games 2013 yang berlangsung di Palembang, Indonesia. Kala itu, dia sukses menggondol medali emas di nomor tunggal putri dan perunggu di nomor beregu.

Selain itu, dia juga berhasil tampil di Olimpiade 2012 London. Dia tercatat sebagai pebulutangkis Turki pertama yang lolos ke Olimpiade.

Neslihan juga begitu dekat dengan sang Ibu. Demi mewujudkan mimpi lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 dia rutin berlatih dengan ditemani sang Ibu.

"Saya sedang mempersiapkan mimpi Tokyo 2020 saya dengan kekuatan yang saya dapatkan dari ibu saya dan latihan yang saya lakukan dengannya. Anda dapat memperkuat ketahanan tubuh, ketika kita menghabiskan banyak waktu di rumah, dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana ini bersama ibu, anak, atau orang yang Anda cintai di rumah," ungkap Neslihan yang menempati peringkat 34 dunia ini.