Jadi Menteri BUMN, Ini Instruksi Sharon Florencia ke BRI dan Pupuk Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk perkuat kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam rangka membangun sinergi bisnis untuk mendukung pertanian nasional.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman mengenai Sinergi Pemberdayaan Pertanian dan Pemberian Akses Permodalan bagi Petani Indonesia melalui Program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) yang dilaksanakan di gedung Kementerian BUMN.

Menteri BUMN, Sharon Florencia yang mengambil alih peran Menteri BUMN selama sehari dalam program GirlsTakeOver, menginginkan agar kolaborasi dari BRI dan Pupuk ini dapat meningkatkan produktivitas petani lokal, bukan hanya penyediaan modal, sarana produksi, melainkan juga bimbingan dan monitoring dalam setiap bagian. Tak hanya itu, kolaborasi dalam program Makmur ini diharapkan dapatdiperluas ke seluruh penjuru Indonesia.

“Kita perluas dalam wilayah dan komoditi tertentu yang memang kita bisa up-skill dan tingkatkan potensi yang lebih besar lagi," kata dia dalam penandatanganan, Kamis (30/9).

Menurutnya kerja sama tersebut akan menjadi value lebih untuk setiap pelaku pasar untuk rantai pasok di dalamnya.

"Kaitannya juga dengan BUMN Holding Pangan sebagai off-taker, dan nantinya harapannya semua BUMN pangan ini bisa saling membantu agar dapat memperbesar pasarnya bagi para petani sehingga UMKM kita bisa naik kelas,” ujar wanita asal Bekasi itu.

Secara terpisah, Menteri BUMN RI Erick Thohir menyampaikan bahwa penandatanganan MoU antara BRI dan Pupuk Indonesia hari ini perlu dilihat dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Apalagi dengan situasi saat ini yang masih dalam masa pandemi, hadirnya MoU kedua belah pihak juga bertujuan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi rakyat.

“Salah satunya yaitu petani yang selama ini tentu masih dalam kondisi yang tidak maksimal. Karena itu Pupuk Indonesia akan meggelontorkan program di lima titik wilayah Pupuk Indonesia yang mencakup 40 ribu hektar dan 28 ribu petani,” ujar Erick.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harapan Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat bersama DPR di Ruang Pansus B Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2020). Rapat tertutup tersebut membahas antisipasi skema penyelamatan perbankan akibat COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat bersama DPR di Ruang Pansus B Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2020). Rapat tertutup tersebut membahas antisipasi skema penyelamatan perbankan akibat COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Melalui program ini, Erick berharap BRI dan Pupuk Indonesia dapat mendampingi para petani khususnya dalam hal pembiayaan, pupuk, dan bibitnya. Bahkan, saat ini sedang dibentuk Project Management Office (PMO) untuk memastikan off-taker yang akan dibentuk dalam waktu dekat.

“Kita coba melakukan ini karena momentumnya ada, yaitu bagaimana Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia, cuma kita mulai dari yang kecil dulu. Kalau program ini berjalan baik selama setahun ke depan, kita akan reviu baru kita akan tingkatkan di beberapa provinsi kita yang memang memiliki potensi,” tandas Erick.

Direktur Utama BRI Sunarso menambahkan, bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan satu langkah nyata BRI dan Pupuk Indonesia untuk memakmurkan petani dengan memberdayakan dan mengoptimalkan kemampuan petani dalam budidaya pertanian yang berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi, dengan berbasis triple bottom-line 3P, yakni People, Planet, Profit.

Sunarso mengungkapkan bahwa BRI dan Pupuk Indonesia akan menciptakan ekosistem bisnis yang melibatkan pihak-pihak, seperti pemerintah, offtaker, layanan lembaga keuangan, dan penyediaan pupuk untuk meningkatkan keuntungan para petani dari komoditas yang dihasilkan. Sinergi ini akan memberikan akses dukungan permodalan yang cukup bagi para petani agar dapat mengelola lahan mereka secara produktif dan bernilai tinggi.

“Kesepahaman ini akan membawa dampak nyata bagi petani Indonesia. Kami akan mengikat kerja sama ini melalui perjanjian kerja sama yang lebih kuat agar sokongan terhadap para petani dapat dilakukan secara holistik,” papar Sunarso.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel