Jadi Pelatih Muda, Ini Filosofi Bermain Legenda PSS Anang Hadi

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sleman - Mantan penggawa PSS Sleman, Anang Hadi sedang menikmati kariernya sebagai pelatih muda. Belum lama ini, ia mendapat mandat menjadi pelatih di tim akademi PSS untuk usia 18 tahun.

Setelah pensiun, Anang Hadi kembali mengabdi untuk tim Elang Jawa khususnya divisi development center PSS. Ini keputusan yang tepat bagi pria asli Sleman, untuk tetap di jalur lapangan hijau, meski tidak lagi menjadi pemain.

Selain fokus pada karier kepelatihannya, Anang menilai program pembinaan usia muda yang ada di timnya tertata dengan baik. Disebutnya generasi sepak bola di Indonesia pada saat sekarang jauh lebih mudah dibandingkan era dahulu.

"Saya lihat program akademi PSS sangat terprogram, tidak sulit mencari bibit unggul di PSS ke depannya. Fasilitas sudah bagus, tinggal latihan sungguh-sungguh. Lebih mudah mengembangkan potensi tentunya," terang Anang Hadi seperti dalam perbincangan di podcast PSS beberapa waktu lalu.

Saat masih menjadi pemain, Anang Hadi dikenal sebagai gelandang sentral yang merangkap sebagai kapten PSS Sleman. Berposisi sebagai gelandang jangkar, Anang piawai untuk mengatur permainan dan juga jago dalam urusan mengambil tendangan bebas.

Alhasil dalam cara kepelatihannya, Anang Hadi mengaku lebih menonjolkan kekuatan dari sektor tengah.

"Saya lebih condong ke ball possesion, karena saya sebagai gelandang. Lebih banyak menguasai bola. Dengan banyak menguasai bola mempermudah tim mewujudkan kemenangan," tuturnya.

Pesan Khusus

PSS Sleman Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
PSS Sleman Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Anang Hadi lama berseragam PSS Sleman, hingga ia memutuskan pensiun sekitar lima tahun lalu. Mendapat predikat ikon di PSS, karier Anang Hadi sempat tercoreng usai namanya dicatut terlibat dalam "sepak bola gajah" kala PSS melawan PSIS Semarang di kompetisi Divisi Utama, 26 Oktober 2014.

Hingga pada akhirnya nama Anang Hadi dianggap tidak bersalah dalam laga yang mencoreng persepakbolaan Indonesia saat itu. Sejak setelah itu, Anang Hadi memutuskan untuk pensiun sebagai pemain di usia 29 tahun.

Dirinya punya pesan tak kalah pentingnya bagi generasi penerus sepak bola Indonesia, khususnya dari anak didik akademi PSS. Banyak hal yang selama ia didapatkan menjadi seorang pesepakbola, bisa ditularkan kepada anak didiknya.

"Untuk anak-anak muda, harus tekun berlatih, giat disiplin, Insyaallah prestasi diikuti oleh karier, ikuti instruksi pelatih, apa yang dicita-citakan pasti tercapai," jelas Anang Hadi menutup obrolannya.

Saksikan video pilihan berikut ini: