Jadi Penadah Barang Curian, Seorang ASN di NTB Diburu Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial RY (40) diburu Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia diduga sebagai penadah barang hasil curian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram Komisaris Polisi Kadek Adi Budi Astawa membenarkan perihal adanya ASN berinisial RY yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian tersebut.

"Yang bersangkutan (RY) masih kami buru. Dia (RY) ini perannya sebagai penadah barang hasil curian," kata Kadek Adi, Kamis (15/9). Dikutip dari Antara.

Peran RY terungkap setelah Tim Puma Polresta Mataram menangkap seorang remaja yang diduga terlibat dalam jaringan jambret, berinisial AU (17).

Remaja yang berasal dari Karang Pule, Kota Mataram, itu ditangkap pada Jumat (9/9) malam di rumahnya. Tim Puma menangkap AU berdasarkan hasil tindak lanjut laporan korban jambret asal Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Aksi penjambretan itu terjadi di Jalan Swasembada, Kota Mataram pada pertengahan Maret lalu. Ketika itu, korban sedang berada di pinggir jalan, tepat di depan rumah temannya.

"Posisi korban ini sedang menelepon di pinggir jalan depan rumah temannya. Di situ aksi jambret terjadi, handphone korban jadi sasaran," ucap dia.

Lebih lanjut, Kadek Adi mengatakan bahwa AU telah mengakui dia yang melakukan aksi jambret handphone di Jalan Swasembada.

"Dia juga mengaku sudah delapan kali melakukan aksi jambret. Dua kali di wilayah Tanjung Karang, lima kali di wilayah Kekalik, dan sekali di wilayah Pagutan. Kota Mataram semua," ujarnya.

Kepada polisi, AU pun mengatakan dirinya tidak sendiri dalam melancarkan aksi kejahatan tersebut. Melainkan turut secara bergantian bersama dua rekannya yang kini dipastikan Kadek Adi sudah masuk dalam DPO kepolisian.

"Jadi yang diburu dalam kasus ini bukan hanya RY. Tetapi dua rekan AU yang ikut dalam aksi jambret. Inisialnya LEM dan RS, asal dari Mataram juga," beber Kadek Adi. [cob]