Jadi Penyintas, Ini Trik Twindy Rarasati Hadapi COVID-19

Adinda Permatasari, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Semua pihak harus mematuhi protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya demi menekan tingkat penularan virus corona atau COVID-19. Selain itu, imunitas harus selalu dijaga supaya masyarakat memiliki daya tahan yang baik di tengah pandemi.

Hal itulah yang disampaikan aktris sekaligus dokter Twindy Rarasati, sebagai seorang penyintas COVID-19. Menjadi seorang tenaga kesehatan, Twindy harus menanggung risiko penularan yang lebih besar ketimbang masyarakat pada umumnya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dia sempat dinyatakan positif COVID-19.

"Awalnya, saya langsung sesak napas, lalu merasakan sakit kepala, kelelahan, hilangnya indera penciuman dan pengecapan. Namun, saya tidak mengalami demam atau batuk," ujarnya dalam acara Dialog Produktif bertema Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), baru-baru ini.

Berdasarkan pengalaman Twindy, banyak sekali gejala yang dapat timbul ketika seseorang terinfeksi SARS-CoV-2. Itu sebabnya, wanita 27 tahun itu menganjurkan agar kita selalu memerhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh.

"Saya sempat dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan melakukan isolasi mandiri selama dua minggu lagi di rumah. Setelah itu, saya dinyatakan sembuh dan bisa kembali bekerja," cerita dia.

Bintang The East itu menjelaskan, selama proses pemulihan, indera perasa dan penciumannya berangsur pulih setelah dia sempat kehilangan fungsi keduanya selama empat atau lima hari.

"Saya mengatur pola makan dengan asupan makanan berkalori dan berprotein tinggi. Ini menjadi upaya untuk meningkatkan imunitas," kata dia ketika bercerita tentang perawatan yang dijalani.

Karena berprofesi sebagai dokter dan berada di garda terdepan, Twindy menyadari bahwa dirinya menanggung risiko tertular COVID-19 yang lebih besar dibanding yang lain. Demi mencegah risiko penularan, Twindy terlebih dahulu melakukan mitigasi.

"Saya sudah menerapkan protokol kesehatan di rumah. Ada ruangan terpisah dan sudah ada alurnya. Aktivitas makan juga tidak dapat dilakukan bersama untuk mengurangi risiko penularan pada anggota keluarga lain," tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya sebagai penyintas, Twindy menyarankan agar protokol kesehatan harus dipatuhi dengan sebaik-baiknya.

"Tanggung jawab menjalankan protokol kesehatan berada dalam diri kita sendiri. Kita juga jangan lupa untuk terus update ilmu pengetahuan agar bisa mengetahui apa yang harus dilakukan di tengah pandemi COVID-19," imbuhnya.

"Untuk saat ini, kita harus terus berjuang melawan COVID-19 dan tetap bersemangat. Kita bisa bangkit dan mengatasi pandemi ini," kata Twindy Rarasati.

Seperti diketahui, saat ini jumlah kasus COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Untuk itu jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan dan lakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Jauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#pakaimasker
#jagajarak
#cucitangan
#satgascovid19
#ingatpesanibu