Jadi Presiden AS, Joe Biden Siap Rangkul Pendukung Trump

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden terpilih AS, Joe Biden menyampaikan pidato kemenangannya di Wilmington, Delaware. Ia bersama Wakil Presiden AS terpilih, Kamala Harris mengatakan akan mengupayakan persamaan dan tak ada perbedaan usai perhelatan Pilpres AS.

Biden menyampaikan akan berupaya menyembuhkan luka selama pilpres karena persaingan politik antara Partai Demokrat dengan Partai Republik.

Ia tak menampik dengan hasil ini akan membuat pendukung Trump kecewa. Namun, kata dia, semua itu harus berhenti dan saatnya merajut rekonsiliasi persatuan.

"Kita harus berhenti memperlakukan lawan kita sebagai musuh kita. Mereka adalah orang Amerika," kata Biden seperti dikutip dari Metro pada Minggu, 8 November 2020.

Biden juga menyampaikan salah satu pekerjaan rumahnya yaitu masalah pengendalian pandemi COVID-19. Ia mengaku sudah punya perencanaan ketika memulai memimpin AS mulai Januari 2021.

Baca Juga: Balik ke Gedung Putih, Donald Trump Diteriaki Pecundang

Dia bilang jika angka kasus COVID-19 bisa dikendalikan maka dengan sendirinya bisa memperbaiki sektor lainnya seperti ekonomi.

"Pekerjaan kami dimulai dengan mengendalikan COVID. Kita tidak dapat memperbaiki ekonomi, memulihkan vitalitas kita, atau menikmati atau menikmati momen paling berharga dalam hidup, memeluk cucu kita, anak-anak, sampai kita bisa mengendalikannya," jelas Biden.

Pun, ia menambahkan ada rencana membentuk tim khusus yang terdiri atas pakar dan ilmuwan untuk membantu pengendalian COVID-19. Tim khusus ini nanti yang akan juga bertindak sebagai penasihat transisi dalam persoalan COVID-19.

Biden berjanji akan optimal dalam mengatasi pandemi ini. Komitmen diperlukan dalam pengendalian agar meredam kasus positif.

Dia bicara demikian karena sampai saat ini, AS menjadi negara tertinggi dalam jumlah kasus positif yang mencapai hampir 10 juta kasus. Pun, angka kasus tewas di AS karena COVID-19 sudah melebihi 237.000 jiwa.

"Saya ingin memulihkan jiwa Amerika. Upaya membangun kembali Amerika sebagai negara dihormati di seluruh dunia lagi. Dan, penting untuk menyatukan kita di rumah sendiri," ujar Biden.