Jadi Pro-Kontra, Ganjar Dukung Gibran Copot Lurah terkait Pungli

Ezra Sihite, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mencopot oknum lurah yang terlibat kasus pungli oleh petugas linmas yang berkedok zakat kepada para pedagang di Kelurahan Gajahan Surakarta. Tak cukup di situ, Gibran lalu datang menemui para pedagang dan memberikan uang hasil pungli yang ditarik oleh petugas linmas tersebut.

Hal yang dilakukan Gibran di satu sisi mendapat apreasiasi dari berbagai pihak. Namun diketahui ada sebagian lainnya kecewa dan memasang spanduk dukungan bagi lurah yang dicopot karena selama ini lurah tersebut dianggap baik.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan mendukung ketegasan kepala daerah yang berani mencopot pejabat yang terlibat kasus pungli. Apalagi kepala daerah dalam hal ini Wali Kota Solo Gibran dengan lapang dada meminta maaf kepada para pedagang yang kena pungli aparat bawahannya dan langsung mengembalikan uangnya.

"Ini peringatan, aparatur negara tidak boleh menyusahkan rakyat. Aparatur negara adalah pelayan rakyat, dan bukan justru menyulitkan dengan meminta-minta sesuatu," kata Ganjar di sela-sela kegiatan pantauan penyekatan mudik di ruas tol Semarang-Batang, Selasa 4 Mei 2021.

Menurutnya, kalau ada kesadaran dari penyelenggara pemerintahannya maka masyarakat akan merasakan hadirnya negara di tengah-tengah mereka.

"Awas hati-hati, sebentar lagi lebaran. Banyak parsel, jangan sampai pejabat minta-minta parsel. Tidak boleh terima itu, itu gratifikasi. Kalau mau silakan kasih mereka yang membutuhkan, yatim piatu, pegawai honorer dan lainnya," kata dia.

Ia juga memuji kepala daerah lainnya yang juga memiliki sikap sama seperti Gibran.

"Pak Hendi Wali Kota Semarang juga bagus, jadi ini nular kemana-mana bahkan sampai Kediri. Mas Dhito Bupati Kediri) juga sidak parkir liar dan ditindak, pungli dikembalikan semuanya," lanjut dia.

Ganjar yakin dengan tren kepala daerah yang tegas, masyarakat akan semakin banyak yang melapor kepada pemimpinnya kalau ada persoalan. Ketika bupati/wali Kota aktif membuka diri dan mau merespons keluhan publik maka sebenarnya itu yang diharapkan.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang