Jadi Pusat Penyebaran Covid-19 Asia, Investor Terancam Kabur dari Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kasus Covid-19 di Indonesia hingga saat ini penyebarannya masih tinggi. Bahkan tingginya angka penambahan Covid-19 di Indonesia, mulai disorot dunia. Media Jepang hingga menyebut Indonesia sebagai episentrum penyebaran Covid-19 di Asia.

Label ini dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya soal angka investasi langsung.

"Bahkan saya agak pesimis terhadap target investasi tahun ini," kata Ekonom INDEF, Eko Listiyanto kepada Merdeka.com, Senin (19/7/2021).

Eko menjelaskan, tahun lalu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhasil mendapatkan investasi sebesar Rp 826,3 triliun dari target Rp 817,2 triliun yang ditetapkan pemerintah. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kondisi global yang menghadapi masalah yang sama, penyebaran virus corona dan belum adanya vaksin.

Sementara itu, tahun ini, kondisi sudah tidak lagi sama. Meski masih dihadapkan pada pandemi Covid-19, namun keberhasilan menangani virus corona berbeda-beda. Ada negara yang sudah berhasil mengendalikan virus dan ada juga yang belum bisa mengendalikannya.

Hal ini kata Eko akan mempengaruhi para investor untuk menanamkan modalnya. Sebab tahun lalu para investor tidak memiliki pilihan, sedangkan tahun ini, mereka memiliki pilihan untuk menanamkan modalnya.

"Tahun lalu tidak banyak pilihan bagi investor, dimana-mana lagi menangani pandemi. Kalau sekarang, ada negara-negara maju yang sudah membaik. Amerika Serikat dan China sudah membaik," kata dia.

Investor Kabur

Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski pertumbuhan ekonomi masih di level negatif, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut setidaknya ada perbaikan di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski pertumbuhan ekonomi masih di level negatif, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut setidaknya ada perbaikan di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bila kondisi Indonesia tidak segera membaik dalam waktu dekat, Eko menyebut bisa saja investor meninggalkan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Sebab mereka tidak memiliki kepastian terhadap waktu tunggu kondisi yang membaiknya.

Mungkin saja kata dia ada investor yang mau menunggu karena biaya tenaga kerja di Indonesia yang lebih murah. Namun, jika pengendalian Covid-19 tidak kunjung memberi kepastian dan berlangsung dalam jangka panjang, investor bisa kabur dan mencari negara lain seperti Vietnam dan Thailand sebagai negara tujuan investasi.

"Kalau investor tidak mau menunggu mereka bisa pindah ke Vietnam atau negara lain karena kita tidak bisa mengendalikan virus," katanya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel